Budayawan Kidung Tirto: Soroti BEM UGM ke Presiden Jokowi Tak Bijak dan Liar

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 21 Desember 2023 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan. Pasalnya, BEM UGM yang dipimpin Gielbran Muhammad Noor ini dianggap.menghina Presiden Jokowi dengan memberikannya gelar sebagai alumnus UGM yang paling memalukan.

Hal itu mereka lakukan saat aksi di UGM pada Jumat (8/12/2023) lalu. Banyak kalangan menilai tindakan BEM UGM, khususnya Gielbran Muhammad itu melanggar etika dan kesantunan, bahkan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Sorotan dan kritik tajam terhadap BEM UGM salah satunya dilontarkan oleh budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo. Saat dihubungi di sela-sela ritualnya di Gunung Salak Bogor, Kidung Tirto mengatakan aksi BEM UGM seharusnya mengusung akal sehat dan budi pekerti.

“Sikap itu tidak bijak dan pemikiran liar. Sebuah aksi yang murni demi kepentingan rakyat tentunya harus berlandaskan hati nurani, bukan sekadar emosi tanpa akal budi. Apalagi jika ditunggangi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, maka aksi atau sikap itu tidak legitimate sehingga tidak boleh mengatasnamakan rakyat atau civitas akademika yang terhormat,” ungkap Kidung Tirto, Rabu (20/12/2023).

Spiritualis asal Gunung Lawu yang selalu mengamati perpolitikan dan hukum ini menilai sikap BEM UGM tidak mewakili sikap mahasiswa secara keseluruhan. Sebab setiap BEM independen dalam menyampaikan sikap dan aspirasi mereka.

Menurut Kidung Tirto, pihak kampus seharusnya mengingatkan mahasiswanya agar selalu mengedepankan etika dan kesantunan saat melontarkan kritik. Pihak kampus atau rektora juga perlu memberikan arahan dan peringatan kepada mahasiswa agar tidak terjerumus ke dalam pelanggaran hukum positif maupun normatif.

“Rektorat tidak boleh menutup mata atas dinamika yang terjadi di kampus. Sebagai pimpinan kampus, rektorat harus mampu menjaga ekosistem kampus yang kritis berdasarkan data, fakta dan ilmu pengetahuan sehingga mahasiswa tidak terjerumus ke dalam pemikiran absurd dan liar. Sebuah sikap atau kritik harus terukur sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Kidung Tirto.

Dia menyarankan mahasiswa melalui BEM masing-masing menggelar diskusi komprehensif sebelum melontarkan kritik dan menyatakan sikap resmi. Sebab jika salah bersikap, bisa memicu kegaduhan dan salah pengertian di tengah masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas kamtibmas menjelang Pemilu 2024. Hindari konflik yang dapat mengganggu kelancaran pesta demokrasi dan pembangunan nasional,” kata Kidung Tirto. (Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran
Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya
Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai
KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan
 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi
Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:47 WIB

KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:39 WIB

 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi

Berita Terbaru