HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045” dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.

Tema tersebut menegaskan komitmen BNN untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini, memperluas layanan rehabilitasi, serta meningkatkan kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menghadapi ancaman narkotika.

Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, mengatakan perang melawan narkotika tidak hanya berfokus pada pemberantasan peredarannya, tetapi juga menyelamatkan generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat tidak akan terwujud apabila narkotika masih merusak masa depan anak-anak bangsa. Karena itu, pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan harus berjalan seimbang dan berkelanjutan,” ujar Suyudi, Jumat (26/6/2026).

BNN menegaskan rehabilitasi menjadi salah satu pilar utama dalam strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Penyalahguna narkotika dipandang sebagai korban yang harus dipulihkan melalui rehabilitasi medis dan sosial agar dapat kembali produktif.

Untuk mendukung hal tersebut, BNN terus memperluas jaringan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) serta fasilitas rehabilitasi agar layanan semakin mudah diakses, cepat, dan bebas stigma.

Selain itu, BNN mengingatkan masyarakat terhadap meningkatnya penyalahgunaan New Psychoactive Substances (NPS) yang dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape.

Menurut BNN, kemasan dan cita rasa yang menarik membuat NPS berpotensi menipu masyarakat, terutama kalangan muda. Zat tersebut dapat merusak fungsi otak, memicu ketergantungan dalam waktu singkat, bahkan sulit dideteksi melalui pemeriksaan urine konvensional.

“Vape yang mengandung NPS bukan gaya hidup, melainkan ancaman serius bagi kesehatan dan masa depan generasi muda,” tegas Suyudi.

BNN mengimbau orang tua, sekolah, komunitas, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Sebagai implementasi tema HANI 2026, BNN terus memperkuat program Ananda Bersinar (Anak Negeri Indonesia Generasi Bersinar) sebagai gerakan nasional pencegahan narkotika yang melibatkan sekolah, keluarga, perguruan tinggi, pesantren, komunitas, dan pemerintah daerah.

Melalui program tersebut, generasi muda dibekali pengetahuan, karakter, serta keterampilan hidup (life skills) agar mampu menolak penyalahgunaan narkotika dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, serta tangguh menghadapi berbagai pengaruh negatif.

“Kalau anak-anak kita kuat, bandar narkotika tidak akan memiliki pasar,” kata Suyudi.

BNN meyakini Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan melalui sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan bebas dari narkotika. Karena itu, momentum HANI 2026 diharapkan semakin memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa dalam menjalankan program P4GN melalui edukasi, rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, dan penegakan hukum.

BNN juga mengajak masyarakat melaporkan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika melalui Call Center BNN 184.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked
Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH
Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029
Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor
Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Dewan Pendidikan Papua Tengah: Kunker Gubernur ke Dogiyai Bukti Keberpihakan pada Pendidikan
Hukum Laut Masih Minim Dipahami, Kabid Hankam PPBN Dorong Edukasi Publik
Dr. Rieke Diah Pitaloka: Reforma Agraria Tak Boleh Jadi Obat Sementara
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked

Rabu, 9 September 2026 - 12:30 WIB

Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029

Selasa, 8 September 2026 - 15:34 WIB

Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor

Selasa, 8 September 2026 - 12:36 WIB

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara

Berita Terbaru

Dr. Imam Sofian, S.H., M.H.,

Hukum dan Kriminal

Tim Hukum: Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029 Tidak Memenuhi Unsur Makar

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:43 WIB