Komisi II DPR RI Berikan Perhatian Khusus ke ASN

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 26 Januari 2024 - 23:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Anggota Komisi II DPR RI Asal Provinsi Kalimantan Selatan Difriadi mengapresiasi kinerja layanan publik di kabupaten HSS tersebut, Sabtu (23/12/2023)

i

Keterangan foto : Anggota Komisi II DPR RI Asal Provinsi Kalimantan Selatan Difriadi mengapresiasi kinerja layanan publik di kabupaten HSS tersebut, Sabtu (23/12/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Difriadi merasa sangat prihatin melihat tingkat kesejahteraan para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergolong dalam Mayarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Kata Difriadi, ada sebanyak 400 ribu ASN, PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah.

Kondisi tersebut menurut Difriadi harus di waspadai. Karena, kata Difriadi dapat menimbukan kerawanan. Sehingga, para ASN akan mencari penghasilan tambahan yang akan menyimpang dari aturan.

“Ini juga berbahaya kalau berpenghasilan rendah, bisa mengambil jalan pintas cari duit di luar pendapatan mereka, ini yang kebanyakan malpraktek administrasi ini yang harus di waspadai,” kata Difriadi Kepada media, Jumat (26/1/2024).

Menurut Difriadi, para ASN memang seharusnya di berikan penghasilan yang memadai. Tujuanya agar mereka tidak lagi mencari pendapatan lain yang nantinya akan dapat merugikan masyarakat.

“Memang harus di berikan penghasilan yang memadai. Sehingga budaya mencari penghasilan sampingan itu di nihilkan. Jadi harus membangun budaya pendapatan pendapatan yang sah cukup memadai untuk mereka hidup,” tegas Politisi dari Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Meskipun masuk dalam kategori MBR. Namun menurut Difri minat untuk jadi ASN hingga saat ini masih sangat tinggi,ini di karena sektor pendapatan di luar ASN masih belum dapat menjanjikan.

“Tapi minat masyarakat tinggi untuk jadi ASN,di satu sisi berpenghasilan rendah,harus ada solusi agar penghasilannya cukup baik.Namun sektor lain yang bukan ASN harus tumbuh,sehingga minat untuk jadi ASN dapat berkurang,” imbuh Difri.

Lebih lanjut Difri berharap pemerintah juga dapat meningkatkan pembangunan sektor di luar ASN agar masyarakat lebih mudah memperoleh penghasil.

“Jadi harus ada kebijakan macro untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di sektor lain,sehingga untuk jadi ASN berkurang,”pungkas Difri.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

KOSMAK Kirim Surat ke Presiden Prabowo, Usulkan Copot Jaksa Agung
Sudah Sebulan Belum Ditindaklanjuti, Lansia 83 Tahun Penjaga Tanah Wakaf Terancam Demo di Mabes Polri
Gede Sandra: Patriot Bond Solusi Pulihkan Kerugian SDA Akibat Praktik Transfer Pricing
PMI Manufaktur Anjlok ke 46,9, Infast Bestari Dorong Kemenperin Percepat Langkah Konkret
Mantan Kapuspenkum RJ Soehandoyo: Persatuan dan Doa Kunci Pulihkan Kehormatan Korps Adhyaksa
Kemendagri Tunjuk Bank Banten sebagai BPD Percontohan Implementasi Transaksi Elektronifikasi Dalam Peningkatan PAD 
Penetapan Febrie Adriansyah Tersangka, BaraNusa Minta Kasus Batu Bara Dibongkar Hingga Tuntas
Aktivis Anti Korupsi : Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PU
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:50 WIB

KOSMAK Kirim Surat ke Presiden Prabowo, Usulkan Copot Jaksa Agung

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:30 WIB

Gede Sandra: Patriot Bond Solusi Pulihkan Kerugian SDA Akibat Praktik Transfer Pricing

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:01 WIB

PMI Manufaktur Anjlok ke 46,9, Infast Bestari Dorong Kemenperin Percepat Langkah Konkret

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:58 WIB

Mantan Kapuspenkum RJ Soehandoyo: Persatuan dan Doa Kunci Pulihkan Kehormatan Korps Adhyaksa

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:34 WIB

Kemendagri Tunjuk Bank Banten sebagai BPD Percontohan Implementasi Transaksi Elektronifikasi Dalam Peningkatan PAD 

Berita Terbaru