Aktivis Anti Korupsi : Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PU

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anshor Mukmin, Aktivis Anti Korupsi

i

Anshor Mukmin, Aktivis Anti Korupsi

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Anshor Mukmin, Aktivis Anti Korupsi menyoroti polemik mengenai rencana kunjungan Menteri Pekerjaan Umum ke Amerika Serikat perlu disikapi secara jernih dan proporsional. Masyarakat seharusnya tidak terpengaruh dengan opini yang tampak digiring oleh pihak tertentu menjadi polemik yang sifatnya asumtif dan spekulatif.

“Persoalan perjalanan dinas yang menjadi polemik sesungguhnya hanya persoalan isu administratif yang kemudian digiring seolah-olah menjadi tuduhan penyalahgunaan keuangan negara yang tidak berdasar.”, ungkapnya

Sekjen Komite Anti Korupsi Indonesia ini menyampaikan bahwa pernyataan resmi Kementerian Pekerjaan Umum telah menegaskan bahwa apabila anggota keluarga turut dalam perjalanan tersebut, seluruh pembiayaannya menggunakan dana pribadi dan tidak bersumber dari APBN. Penjelasan tersebut merupakan klarifikasi resmi yang harus dihormati dalam kerangka negara hukum.

“Saya rasa pernyataan resmi kementerian PU melalui Sekjen sudah sangat clear bahwa perjalanan keluarga Menteri PU tidak menggunakan APBN. Keterbukaan ini saya rasa perlu kita apresiasi bersama.”, tambahnya

Dalam perspektif hukum administrasi negara, pencantuman nama anggota keluarga dalam proses administrasi perjalanan, termasuk pengurusan visa, tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran hukum.

“Saya berpendapat bahwa penilaian mengenai ada atau tidaknya penyalahgunaan wewenang harus didasarkan pada fakta, dokumen, dan mekanisme audit yang dapat dipertanggungjawabkan. Bukan sekadar asumsi yang terus digaungkan hingga membentuk persepsi di ruang publik.”, ungkap mantan aktivis mahasiswa ini.

Namun disisi lain sebagai negara demokrasi kritik terhadap penyelenggara negara tetap merupakan bagian penting dari demokrasi yang patut kita hormati.

“Kita patut menghormati kritik oleh masyarakat, namun akan lebih bernilai apabila berorientasi pada penguatan tata kelola pemerintahan, bukan pada pembentukan opini yang menyerang karakter seseorang, yang mengedepankan penghakiman diruang publik tanpa dasar.”, pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Soroti Pelibatan Aparat Non-Penegak Hukum, Dukung Polri Usut Tuntas Kasus Korupsi ​
Kasus Korupsi Batu Bara dan TPPU: Maulana Sai Minta Polri, Kejagung TNI Tetap Profesional, Hukum Jadi Panglima
Kejagung Minta Masyarakat Bersabar: Jangan Terburu Ambil Kesimpulan Berita, Tunggu Hasil Penyidikan Resmi Polri ​
Formabes Tantang Komdigi Sikat Aplikasi Dazz Diduga Fasilitasi Judol
Skandal Batu Bara, Muncul Desakan Periksa Menteri ESDM dan Dirut PLN Menguat
PT Kristalin Ekalestari Dukung Pengawasan Pemerintah
Puluhan Miliar Rupiah Dana Pemkab Pandeglang Tak Tersedia di Kas Daerah, BPK Temukan Selisih Rp25 Miliar
Ketua PW Fatayat NU Banten Dorong Kader Tingkatkan Edukasi Anak dan Literasi Digital
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:06 WIB

Aktivis Anti Korupsi : Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PU

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:05 WIB

Soroti Pelibatan Aparat Non-Penegak Hukum, Dukung Polri Usut Tuntas Kasus Korupsi ​

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:04 WIB

Kasus Korupsi Batu Bara dan TPPU: Maulana Sai Minta Polri, Kejagung TNI Tetap Profesional, Hukum Jadi Panglima

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:56 WIB

Kejagung Minta Masyarakat Bersabar: Jangan Terburu Ambil Kesimpulan Berita, Tunggu Hasil Penyidikan Resmi Polri ​

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:45 WIB

Formabes Tantang Komdigi Sikat Aplikasi Dazz Diduga Fasilitasi Judol

Berita Terbaru