Doa Bangsa Optimis Bersinergi Dalam Akselerasi Pengembangan Wakaf melalui Studi Tiru Kota Wakaf Gunung Kidul

Teras Media

- Penulis

Sabtu, 14 September 2024 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Jakarta – Lembaga Wakaf (LW) Doa Bangsa mendapat kepercayaan dari Kementerian Agama Kota bogor untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan program akselerasi Pengembangan Wakaf dalam program Inkubasi Wakaf Produktif dan Kota Wakaf, yang dibuktikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak tanggal 4 September 2024 lalu di kantor Kemenag Kota Bogor.

Peran LW Doa Bangsa sebagai Nazhir Wakaf Uang dalam Gerakan Wakaf Uang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari program Project Manajemen Unit (PMU) yang digaungkan oleh Kemenag.

Dalam pelaksanaanya LW Doa Bangsa melakukan study tiru ke Yogyakarta, mengingat telah dilounchingnya Kota Wakaf Gunung Kidul tanggal 2 September 2024 yang lalu. LW Doa Bangsa, disertai para Tenaga Penghimpun Wakaf Uang Digital (waqfraiser), Rully Chairul, Warliyah, dan Agus Kamil, bersilaturahmi ke kantor Yayasan Edukasi Wakaf Indonesia (YEWI) di Yogyakarta, tanggal 11 September 2024, dan mendapat penjelasan singkat perihal petunjuk pelaksanaan (Juklak) Kota Wakaf, diantaranya paling sedikit 5 titik tanah Wakaf yang belum produktif bisa diproduktifkan melalui Wakaf Uang.

“Paling tidak ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Kota Wakaf ini, yaitu Consulting, Digitalisasi, dan Waqfraiser, Artinya Pengembangan Kota Wakaf memerlukan perencanaan yang matang melalui konsultasi yang tepat dengan bidang perencana Wakaf, selain itu perlunya digitalisasi cash waqf yang menjamin kemudahan dalam bertransaksi, selanjutnya adalah adanya Waqfraiser yang terlatif dan tersertifikasi agar mobilisasi fundraising Wakaf Uang menjadi terstruktur, sistematis, dan massif.” Jelas Roy Renwarin, consultant Wakaf senior dari YEWi

Direktur LW Doa Bangsa, Entus Wahidin AQ, CWC., menjelaskan bahwa pertemuan dengan pihak YEWI adalah dalam rangka study tiru pelaksanaan program kota wakaf yang akan dikomparasi dengan situasi dan kondisi perwakafan di kota Bogor.

“Gerakan Wakaf Uang dalam project Dana Abadi Bogor Maslahat, sangat optimis bisa dilaksanakan, mengingat LW Doa Bangsa telah membangun portofolio penghimpunan wakaf Uang dalam project Dana Abadi Doa Bangsa setahun sebelumnya.

Dan ini akan menjadi bagian kontribusi positif dalam akselerasi pengembangan wakaf, seperti halnya Kota Wakaf Gunung Kidul yang telah selangkah dimuka.” Jelas Entus.

Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia sekaligus Dewan Pengarah LW Doa Bangsa, H Ayep Zaki S.E., M.M., menjelaskan bahwa keikutsertaan LW Doa Bangsa dalam program akselerasi pengembangan wakaf di kemenag kota Bogor, menunjukkan tingkat kepercayaan diri LW Doa Bangsa dalam membangun project Mauquf ‘Alaih dengan melibatkan para stakeholder Kemenag Kota Bogor, dan konfidensi ini berdasarkan pengalaman nyata LW Doa Bangsa dalam Gerakan wakaf uang.

Study Tiru di Kota Wakaf Gunung Kidul melalui YEWI ini merupakan langkah yang tepat agar LW Doa Bangsa terhindar dari kekeliruan dalam pelaksanaan mobilisasi fundraising Wakaf Uang di tengah hiruk pikuknya industri perwakafan di Indonesia berhadapan dengan rendahnya literasi perwakafan saat ini.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Peringati Hari Lahir Pancasila, Firman Soebagyo Soroti Kesenjangan Ekonomi hingga Polarisasi Identitas
Puncak Arus Balik: KCIC Operasikan 6 Perjalanan Tambahan Whoosh ke Jakarta
Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang
Peran Militer Kian Kuat di Era Prabowo, BaraNusa Ingatkan Keseimbangan Reformasi
Libur Panjang: Penumpang Whoosh Ramai, Manfaatkan KA Feeder Gratis
Pemindahan Alun-Alun Kepanjen Dipertanyakan, DPRD Minta Dokumen Lengkap
Firman Soebagyo Desak Evaluasi Ekspor Sawit Satu Pintu, Harga TBS Petani Terpuruk
Temuan BPK: Potensi Rugi Rp1,3 Triliun, Kejari Karawang Segel PT BAS, Kejagung Diminta Bertindak
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:52 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Firman Soebagyo Soroti Kesenjangan Ekonomi hingga Polarisasi Identitas

Senin, 1 Juni 2026 - 12:29 WIB

Puncak Arus Balik: KCIC Operasikan 6 Perjalanan Tambahan Whoosh ke Jakarta

Senin, 1 Juni 2026 - 00:15 WIB

Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:26 WIB

Peran Militer Kian Kuat di Era Prabowo, BaraNusa Ingatkan Keseimbangan Reformasi

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:35 WIB

Libur Panjang: Penumpang Whoosh Ramai, Manfaatkan KA Feeder Gratis

Berita Terbaru