Pengamat Olahraga Agus Partono: Negara Harus Hadir Lindungi Atlet, Bukan Lepas Tangan Lewat Surat Pernyataan

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Folmulir pernyataan orang tua murid yang anaknya akan bertanding di kejuaraan taekwondo.

i

Folmulir pernyataan orang tua murid yang anaknya akan bertanding di kejuaraan taekwondo.

Ikuti kami di Google News

Jakarta |  Pengamat olahraga Agus Partono menyayangkan beredarnya formulir “Pendaftaran dan Pernyataan Orangtua” dalam kejuaraan Taekwondo yang mewajibkan orangtua atlet menanggung sendiri risiko cedera selama pertandingan.

Pengamat Olahraga Agus Partono: Negara Harus Hadir Lindungi Atlet, Bukan Lepas Tangan Lewat Surat Pernyataan I Teras Media

Menurut Agus, kebijakan semacam ini menunjukkan betapa rendahnya penghargaan terhadap para atlet muda yang berjuang membawa nama daerah dan negara.

Ini bentuk nyata lemahnya perhatian pemerintah terhadap pembinaan atlet. Anak-anak yang berlatih keras demi prestasi malah diminta bertanggung jawab sendiri kalau cedera. Di mana peran negara?” tegasnya saat memberikan keterangan di Banten 10 Oktober 2025.

Ia menilai seharusnya Kementerian Pemuda dan Olahraga hadir memberi perlindungan dan jaminan kepada para atlet, terutama mereka yang masih dalam tahap pembinaan.

Kalau sejak awal mereka sudah dibiarkan menanggung risiko sendiri, bagaimana mau tumbuh mental petarung? Negara saja tidak berdiri di belakang mereka,” ujarnya.

Agus menambahkan, surat pernyataan semacam itu justru mencerminkan ketidaksiapan penyelenggara dan lemahnya regulasi pembinaan olahraga nasional.

Pengamat Olahraga Agus Partono: Negara Harus Hadir Lindungi Atlet, Bukan Lepas Tangan Lewat Surat Pernyataan I Teras Media

“Kita sering bicara soal emas di kejuaraan dunia, tapi hal-hal mendasar seperti keselamatan atlet malah diserahkan ke orangtua. Ironi yang memalukan,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Gus Rozin Apresiasi Muktamirin, Hormati Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU melalui AHWA
Ironi Muktamar NU ke-35: Wartawan Menunggu Seharian, Akses Peliputan Dibatasi
Gus Rozin Ajak Muktamirin Memilih Berdasarkan Hati Nurani
Peristiwa Cipasung Cukup Sekali, Jamaah Perlu Jaga Jam’iyah
Pandangan Kritis terhadap Isu Dinamika Internal Partai Golkar
Wakil Sekretaris PWNU Jateng: Muktamar Berwenang Membahas dan Mengubah AD/ART
Camelia Petir Guncang Muktamar NU ke-35, Jutaan Santri Bersholawat Bersama Seribu Rebana
Aspirasi Masyarakat Makimi: Minta DPR dan DPD RI Awasi Penertiban Kawasan Hutan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Gus Rozin Apresiasi Muktamirin, Hormati Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU melalui AHWA

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Ironi Muktamar NU ke-35: Wartawan Menunggu Seharian, Akses Peliputan Dibatasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Peristiwa Cipasung Cukup Sekali, Jamaah Perlu Jaga Jam’iyah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Pandangan Kritis terhadap Isu Dinamika Internal Partai Golkar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Wakil Sekretaris PWNU Jateng: Muktamar Berwenang Membahas dan Mengubah AD/ART

Berita Terbaru