HANTAM-MALUT Sambangi DPR RI, Laporkan Shanty Alda Nhatalia ke MKD dan Ajukan Audiensi dengan Komisi XII

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Menindaklanjuti persoalan tambang bermasalah yang dipimpin oleh Shanty Alda Nhatalia, Harian Advokasi Tambang Maluku Utara (HANTAM-MALUT) mendatangi kantor DPR RI di Jakarta untuk melaporkan yang bersangkutan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Sabtu (7/3/2026).

Selain melaporkan Shanty Alda Nhatalia ke MKD, kedatangan HANTAM-MALUT ke Kompleks Parlemen Senayan juga bertujuan untuk meminta audiensi dengan Komisi XII DPR RI terkait persoalan pertambangan di Maluku Utara, khususnya tiga perusahaan tambang yang dipimpin oleh Shanty Alda Nhatalia sebagai direktur.

Direktur HANTAM-MALUT, Alfatih Soleman, menegaskan bahwa proses pengawasan dan penegakan hukum di sektor pertambangan perlu dilakukan secara serius agar kerusakan lingkungan dapat diminimalisir. Selain itu, langkah tersebut juga penting untuk melindungi masyarakat di sekitar wilayah tambang dari praktik perampasan lahan yang dilakukan oleh perusahaan tambang.

Menurut Alfatih, laporan terhadap Shanty Alda Nhatalia ke MKD dilakukan karena berdasarkan data yang tercatat dalam sistem MODI Kementerian ESDM, yang bersangkutan menjabat sebagai direktur pada tiga perusahaan tambang di Maluku Utara. Ketiga perusahaan tersebut saat ini disebut memiliki berbagai persoalan, mulai dari aspek lingkungan, perizinan, konflik lahan, hingga kecelakaan kerja.

Adapun tiga perusahaan tersebut adalah PT Aneka Niaga Prima (ANP), PT Arumba Jaya Perkasa (AJP), dan PT Smart Marsindo.

Alfatih juga menjelaskan bahwa jabatan Shanty Alda Nhatalia sebagai direktur di tiga perusahaan tambang tersebut berpotensi menyebabkan proses pengawasan dan penegakan hukum menjadi tidak maksimal. Hal ini karena, sebagai anggota DPR RI, Shanty Alda Nhatalia juga duduk di Komisi XII yang membidangi energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup, serta investasi.

Setelah laporan diterima, HANTAM-MALUT berharap MKD dapat memproses laporan tersebut dengan memanggil dan memeriksa Shanty Alda Nhatalia secara serius. Selain itu, pihaknya juga menunggu tindak lanjut atas permohonan audiensi yang telah diajukan kepada Komisi XII DPR RI.

“Kami berharap permohonan audiensi yang telah kami sampaikan dapat segera ditindaklanjuti, sehingga kami bisa berhadapan langsung dengan Shanty Alda Nhatalia serta pimpinan dan anggota Komisi XII DPR RI,” ujar Alfatih.

Ia juga berharap DPR RI sebagai lembaga perwakilan rakyat dapat bertindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak melindungi anggotanya yang sedang dimintai pertanggungjawaban oleh masyarakat.

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Berbagi Kebahagiaan Berbeda: Santunan Yatim Bareng PPBN Tangerang Selatan di Pantai Anyer
PT Kristalin Ekalestari Salurkan 41 Hewan Kurban di Papua Rayakan Idul Adha 2026
Dave Laksono: TNI Bisa Bantu Polri Tindak Begal, Asal Sesuai Aturan
Doli Kurnia: Putusan MK Tak Masalah, Semua Parpol Sudah Penuhi Kuota Perempuan
Penghapusan Tantiem Cuma Omon-omon, CBA: BRI Masih Gelontorkan Ratusan Miliar
Firman Soebagyo Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Tunjangan Guru
Idul Adha 2026: Bulog Lebak-Pandeglang Pastikan Stok Pangan Aman, Masyarakat Diminta Tenang
 Di Tengah Tekanan Ekonomi, BaraNusa Pertanyakan Alokasi Dana Kurban Pemerintah
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:05 WIB

Berbagi Kebahagiaan Berbeda: Santunan Yatim Bareng PPBN Tangerang Selatan di Pantai Anyer

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:58 WIB

PT Kristalin Ekalestari Salurkan 41 Hewan Kurban di Papua Rayakan Idul Adha 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:56 WIB

Dave Laksono: TNI Bisa Bantu Polri Tindak Begal, Asal Sesuai Aturan

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:31 WIB

Doli Kurnia: Putusan MK Tak Masalah, Semua Parpol Sudah Penuhi Kuota Perempuan

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:11 WIB

Penghapusan Tantiem Cuma Omon-omon, CBA: BRI Masih Gelontorkan Ratusan Miliar

Berita Terbaru