Guru Besar UNS, Sudah Ada RIRN Dosen dan Periset Harus Move On

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 30 Juli 2022 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.co JAKARTA – Pakar teknologi dan akademisi menilai arah kebijakan riset dan inovasi di Tanah Air sudah dipetakan dengan sangat baik melalui Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) tahun 2017-2045.

“Oleh karena itu, program riset harus mengacu pada RIRN, baik untuk jangka pendek, menengah, dan panjang,” ungkap Profesor Dr Kuncoro Diharjo, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu (30/7/2022).

Para peneliti wajib juga taat mengikuti buku panduan riset yang dijadikan pedoman dalam pengusulan proposal riset-inovasi. Sebab semua pendanaan riset dan inovasi oleh pemerintah (BRIN, Kemdikbudristek, Perguruan Tinggi, kementerian dan lembaga pemerintah lainnya) harus mengacu pada RIRN.
Menurut Guru Besar Bidang Teknik UNS ini, tema riset-inovasi yang akan dijalankan pada program riset jangka pendek juga sudah diarahkan di dalam panduannya sedemikian rupa sehingga sesuai dengan RIRN.

“Semua perguruan tinggi atau universitas, Rencana Strategisnya juga wajib menyesuaikan kebijakan nasional, khusus riset-inovasi menyesuaikan kebijakan RIRN,” ujar profesor termuda UNS sejak 2010 hingga 2021 ini.

Baca juga : Program MBKM Perkuat Sinergi Kampus dan Industri

Sebagai contoh, tuturnya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang sudah bermetamorfose dari PTN BLU menjadi PTNBH sesuai dengan PP 56 tahun 2020 tanggal 6 Oktober 2020 tentang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Universitas Sebelas Maret, maka transformasi riset inovasi juga harus jauh lebih kuat dan cepat dalam rangka upaya menuju pusaran 500 universitas kelas dunia, atau dikenal dengan World Class University (WCU).

“Sebagai konsekuensinya, setiap individu dosen/periset di UNS difasilitasi untuk move on menjadi peneliti yang reputasinya diakui mendunia. Jika setiap Dosen/periset difasilitasi dana riset, maka jumlah publikasinya akan minimal sama dengan jumlah perisetnya. Publikasi hasil risetnya pun harus diarahkan pada publikasi internasional yang terindeks pada database bereputasi internasional. Namun demikian, tematik riset-inovasinya wajib mengikuti RIRN,” kata Prof. Kuncoro.

Sebagai gambaran, lanjut pakar material komposit UNS ini, pendanaan riset di UNS untuk tahun 2022-2024, tetap mengacu pada Program Riset nasional (PRN) 2022-2024, yaitu Bidang Pangan, Energi, Kesehatan, Transportasi, Rekayasa Keteknikan, Pertahanan dan Keamanan. Kemaritiman, Sosial Humaniora, Pendidikan, Seni, dan Budaya, Multidisiplin dan Lintas Sektoral.

Dia mengatakan tugas utama Lembaga Riset dan para peneliti adalah, pertama, melakukan riset dengan baik sesuai arah PRN dan RIRN, kedua, menghilirkan roadmap riset perisetnya hingga menuju kemanfaatannya di masyarakat, dan ketiga, mempublikasikan tahapan-tahapan hasil riset ke jurnal internasional yang bereputasi.

Bahkan untuk mencapai target RIRN 2045, analisis komparasi ke negara maju juga direkomendasikan agar lembaga riset dan para perisetnya melakukan ekstrapolasi atas kondisi dan proses keberhasilan.

“pembangunan ekonomi Korea Selatan hingga menjadi negara maju pada tahun 2014” sebagai acuan untuk Indonesia pada tahun 2040.

“Upaya keras pencapaian target RIRN 2045 adalah untuk mewujudkan Indonesia 2045 Berdaya Saing dan Berdaulat Berbasis Riset. Ini harus didukung semua pemangku kepentingan,” kata Guru Besar UNS yang menyandang gelar profesor pada usia 39 tahun ini.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Tidak Benar Rutan Bareskrim Jadi Sarang Narkoba, Polri: Semua Tahanan Tes Negatif
Pajak Marketplace Ditunda, Komisi XI Desak Pemerintah Matangkan Kebijakan
Bulog KC Lebak Luncurkan Bantuan Pangan Alokasi Juli, Agustus dan September Sekaligus
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:40 WIB

FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:06 WIB

BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel

Berita Terbaru