Ujung Kulon Terancam, Arif Rahman: Paru-Paru Dunia Butuh Perhatian

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Anggota Komisi IV DPR RI Arif Rahman, Sabtu (6/2/2026)

i

Keterangan foto : Anggota Komisi IV DPR RI Arif Rahman, Sabtu (6/2/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Suara alam seakan memekakkan telinga meminta pertolongan. Provinsi Banten, khususnya wilayah Lebak, kini tengah mengalami luka mendalam akibat maraknya aktivitas pertambangan liar yang tak terkendali. Kerusakan yang terjadi bukan lagi sekadar masalah biasa, melainkan sebuah bencana lingkungan yang mengkhawatirkan masa depan.

Hal ini menjadi sorotan tajam dan keprihatinan mendalam dari Anggota Komisi IV DPR RI, Fraksi NasDem, Arif Rahman. Dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Kehutanan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/4), legislator dari Dapil Banten I ini berbicara dengan nada tegas namun penuh kesedihan.

“Pertambangan liar di daerah kami, terutama di Lebak ini sudah sangat luar biasa, khususnya tambang emas liar. Luas lahan yang sudah dirusak dan dikuasai secara ilegal ini diprediksi hampir mencapai 200 ribu hektare. Angka yang sangat besar dan menyakitkan. Ini bukan sekadar kerusakan, ini adalah perampasan terhadap masa depan generasi kita,” ujar Arif Rahman dengan penuh penekanan.

Ia memandang, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kerusakan lingkungan yang terjadi membutuhkan perhatian serius dan tindakan nyata dari pemerintah, terutama Kementerian Kehutanan.

“Saya memohon dan mendesak perhatian khusus dari pihak kementerian. Kita harus bekerja keras bagaimana cara menghentikan aktivitas ilegal ini. Jangan biarkan kekayaan alam kami dirampas dan dirusak tanpa ada kepastian hukum yang tegas. Banten tidak boleh terus terluka,” tegasnya.

Ujung Kulon, Paru-Paru Dunia yang Kurang Dihargai

Tidak hanya soal tambang, Arif Rahman juga membawa aspirasi untuk melindungi kawasan strategis Taman Nasional Ujung Kulon. Menurutnya, kawasan yang menjadi paru-paru dunia dan habitat asli badak bercula satu ini masih sangat minim fasilitas dan dukungan anggaran, padahal perannya sangat vital bagi dunia.

“Sudah beberapa kali saya kunjungi langsung ke sana. Saya melihat kondisinya masih sangat terbatas, fasilitasnya sangat minim, dan dukungan anggarannya belum sebanding dengan nilai strategisnya. Padahal, kawasan ini adalah penyangga kehidupan, bukan hanya bagi kita tapi bagi seluruh dunia. Ia bernapas untuk dunia, tapi dunia belum cukup menghargainya,” paparnya penuh harap.

Lebih jauh, politisi NasDem ini menekankan agar perlindungan terhadap satwa langka, khususnya badak yang menjadi ikon kebanggaan bangsa, harus menjadi prioritas utama.

“Kita tidak boleh lengah. Sang badak yang hanya ada di sana, hidupnya sangat bergantung pada kita. Mereka adalah harta karun yang harus dijaga nyawanya. Nasib mereka dan nasib hutan kita adalah tanggung jawab kita bersama. Mari selamatkan Ujung Kulon sebelum semuanya terlambat,” pungkas Arif Rahman dengan suara yang menyentuh hati.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Forensic Inference Ladder Model dikembangkan oleh Gunadi Pramono anggota PPBN
Gaya Politik Egaliter Prabowo Tercermin pada Dasco — Harmoni dengan Gibran Bukti Nyata
Tiang Provider Menjamur di Pandeglang, Denyy Soroti Penataan: “Pemkab Tak Berdaya?
Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan
LIN PBD Siapkan Laporan Temuan BPK Rp3,33 Miliar di Dinas PUPR ke APH
Rekam Jejak Pengabdian: Universitas La Tansa Mashiro Perkuat Sinergi Kampus dengan Sekolah di Lebak
Kinerja Menhut Raja Juli Diduga Hambat Investasi, Jadi Perhatian Kejagung dan KPK
Putusan MK Guncang Bakamla, Lembaga Penjaga Laut di Ujung Tanduk
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:00 WIB

Forensic Inference Ladder Model dikembangkan oleh Gunadi Pramono anggota PPBN

Sabtu, 19 September 2026 - 16:53 WIB

Gaya Politik Egaliter Prabowo Tercermin pada Dasco — Harmoni dengan Gibran Bukti Nyata

Jumat, 18 September 2026 - 14:41 WIB

Tiang Provider Menjamur di Pandeglang, Denyy Soroti Penataan: “Pemkab Tak Berdaya?

Jumat, 18 September 2026 - 13:37 WIB

Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan

Kamis, 17 September 2026 - 20:10 WIB

LIN PBD Siapkan Laporan Temuan BPK Rp3,33 Miliar di Dinas PUPR ke APH

Berita Terbaru

Daerah

Jalan Ciinjuk Rusak Dikepung Genangan Air Saat Hujan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 15:13 WIB