Insiden di Lebanon Berulang, DPR Minta Perlindungan Maksimal bagi Prajurit TNI

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Dave Laksono.

i

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Dave Laksono.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL kembali mengalami luka-luka akibat ledakan di wilayah El Adeisse, Lebanon selatan.

Menanggapi insiden tersebut, Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dave Laksono, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan prajurit Indonesia yang bertugas di daerah konflik.

“Setiap insiden yang menimpa prajurit TNI harus menjadi bahan evaluasi bersama, baik oleh TNI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Dave, Minggu (5/4/2026).

Ledakan yang terjadi pada Sabtu (3/4) tersebut menambah daftar korban pasukan Indonesia di Lebanon. Sebelumnya, tiga prajurit TNI juga dilaporkan gugur akibat serangan yang dikaitkan dengan Israel.

Terkait kemungkinan penarikan pasukan, Dave menilai keputusan tersebut tidak bisa diambil secara terburu-buru.

“Penarikan pasukan bukan keputusan yang dapat diambil secara gegabah. Perlu pertimbangan strategis yang matang, mengingat komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” katanya.

Ia menegaskan, kehadiran TNI dalam misi UNIFIL merupakan bagian dari tanggung jawab global Indonesia. Namun demikian, aspek keselamatan prajurit harus tetap menjadi prioritas utama.

“Sikap yang perlu ditegaskan adalah menempatkan keselamatan prajurit sebagai prioritas utama, sembari memastikan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian tetap berjalan dengan penuh kehormatan,” lanjutnya.

Dave juga menyoroti pentingnya peningkatan prosedur keamanan serta langkah-langkah preventif yang terukur di lapangan.

“Langkah preventif yang terukur serta diplomasi yang konstruktif menjadi kunci untuk menekan risiko, sekaligus menjaga peran strategis Indonesia di panggung internasional,” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag
Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal
Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras
Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi
HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar
Survei Litbang Kompas Tunjukkan Tren Positif, DPR Minta Polri Pertahankan Kepercayaan Masyarakat
CBA Sebut Trenggono Punya Modal Terbesar Gantikan Zulhas di PAN, Singgung Harta Rp2,97 Triliun
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:11 WIB

MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag

Senin, 29 Juni 2026 - 14:20 WIB

Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:50 WIB

Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:23 WIB

Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:25 WIB

Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Polda Banten Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Sitaannya Capai Rp90,5 Miliar

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:50 WIB