Tanggapi Isu Kekacauan, Ketum Projo: Rakyat Cerdas, Tak Mudah Diadu Domba

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua Projo Banten, Zulhamedy Syamsi saat bersama Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, Selasa (4/11/2025)

i

Keterangan foto : Ketua Projo Banten, Zulhamedy Syamsi saat bersama Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, Selasa (4/11/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Ormas pendukung Prabowo-Gibran, PROJO, menyerukan kekompakan dan persatuan dalam menghadapi gejolak global yang berimbas ke dalam negeri.

“Kemerdekaan Indonesia direbut dengan perjuangan, serta pegorbanan. Artinya, kita dikaruniakan sebagai bangsa optimis. Saya meyakini Rakyat kita cerdas, tidak mudah diadu-domba oleh elit-elit jahat!!” kata Ketua Umum DPP PROJO Budi Arie Setiadi dalam siaran pers pada hari ini, Rabu (08/04/2026).

Budi Arie menjelaskan bahwa persoalan akibat perang di Timur Tengah berimbas secara global hingga ke Indonesia. Persoalan di dalam negeri juga terjadi di semua negara. Maka optimisme harus dibangun, antara lain dengan menghilangkan ketakutan namun tetap waspada atas ketidakpastian yang mungkin terjadi.

PROJO memberikan istruksi kepada seluruh elemen kepengurusan dari Nasional hingga desa, untuk tetap menjaga api semangat dan akal sehat masyarajat.

Terkait pertanyaan wartawan kepada dirinya soal ramalan akan terjadi kekacauan antara bulan Juni dan Juli. Budi Arie berpendapat bahwa pernyataan itu berpretensi untuk membuat panik masyarakat dan membangun teror kepada rakyat, yang sebenarnya tidak ada.

“Saya kembali kutip pertanyaan Pak Joko Widodo ya, agar masyarakat jangan takut meskiada pihak-pihak yang sengaja menakut-nakuti. Itu pesan yang perlu terus kita gelorakan di masyarakat.” Tegas Budi Arie.

Budi Arie kembali menyerukan, bahwa semua negara mengalami situasi yang sama sulitnya, bahka bisa lebih sulit. Kurangi debat kusir yang tidak menjadi solusi, yang terpenting adalah membangun optimisme demi terbentuknya jiwa Patriotik dan kesadaran Persatuan Nasional.

“Belajar saat Pandemi Covid-19 Bangsa Indonesia kompak mengatasinya sehingga kita selamat. Kita perlu terus pupuk optimismme karen punya pengalaman keberhasilan menghadapi situasi-situasi krisis dan krusial,“ tutup Budi Arie.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

KOSMAK Kirim Surat ke Presiden Prabowo, Usulkan Copot Jaksa Agung
Sudah Sebulan Belum Ditindaklanjuti, Lansia 83 Tahun Penjaga Tanah Wakaf Terancam Demo di Mabes Polri
Gede Sandra: Patriot Bond Solusi Pulihkan Kerugian SDA Akibat Praktik Transfer Pricing
PMI Manufaktur Anjlok ke 46,9, Infast Bestari Dorong Kemenperin Percepat Langkah Konkret
Mantan Kapuspenkum RJ Soehandoyo: Persatuan dan Doa Kunci Pulihkan Kehormatan Korps Adhyaksa
Kemendagri Tunjuk Bank Banten sebagai BPD Percontohan Implementasi Transaksi Elektronifikasi Dalam Peningkatan PAD 
Penetapan Febrie Adriansyah Tersangka, BaraNusa Minta Kasus Batu Bara Dibongkar Hingga Tuntas
Aktivis Anti Korupsi : Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PU
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:50 WIB

KOSMAK Kirim Surat ke Presiden Prabowo, Usulkan Copot Jaksa Agung

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:06 WIB

Sudah Sebulan Belum Ditindaklanjuti, Lansia 83 Tahun Penjaga Tanah Wakaf Terancam Demo di Mabes Polri

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:30 WIB

Gede Sandra: Patriot Bond Solusi Pulihkan Kerugian SDA Akibat Praktik Transfer Pricing

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:01 WIB

PMI Manufaktur Anjlok ke 46,9, Infast Bestari Dorong Kemenperin Percepat Langkah Konkret

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:58 WIB

Mantan Kapuspenkum RJ Soehandoyo: Persatuan dan Doa Kunci Pulihkan Kehormatan Korps Adhyaksa

Berita Terbaru