Mimbar Bebas, Mahasiswa Banten Tolak Politik Dinasti

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 22 Desember 2023 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.Co, Kota Tangerang – Ratusan mahasiswa Banten dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Provinsi Banten, menggelar mimbar bebas di Kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang, Kamis (21/12) siang.

Dalam mimbar bebas tersebut, para mahasiswa menegaskan menolak politik dinasti dan juga menyerukan kepada seluruh rakyat dan mahasiswa se-Indonesia untuk melawan pelanggar HAM.

Dalam orasinya, humas AMPB Shandy Marta Praja mengatakan, diusungnya Gibran Rakabumi Raka sebagai cawapres dinilai dipaksakan. Pemaksaan tersebut membuktikan bahwa rezim Jokowi dinilai haus kekuasaan.

Menurut dia kapasitas Gibran sebagai cawapres dinilai belum layak, karena pengalaman yang minim dalam mengelola roda pemerintahan.

“Yang lebih mengecewakan, proses menjadi cawapres melanggar kode etik Mahkamah Konstitusi (MK). Prosesnya saja menabrak konstitusi, apa mungkin kita bisa mengharapkan dari sosok pemimpin seperti itu untuk memimpin negeri ini,” papar Shandy.

Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT) ini menambahkan, Gibran yang diklaim mewakili sosok kaum muda dinilainya salah besar. Justru, kata Shandy, sosok Gibran mewakili kepentingan oligarki yang haus kekuasaan.

“Ini jelas manipulatif, ini parah sekali. Jangan dong membodohi rakyat untuk sekadar melanggengkan kepentingan satu keluarga tertentu dalam memperpanjang kekuasaan,” cetusnya.

Terkait masih diberikannya ruang bagi pelanggar HAM untuk menjadi calon pemimpin, kritik Shandy, itu tidak mungkin jika pelanggar HAM kelak berkuasa akan menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang dilakukannya sendiri.

Mimbar bebas diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan lagu-lagu perjuangan mahasiswa. Uniknya kaum mahasiswa ini kompak mengenakan topeng.

“Memakai topeng sebagai bentuk perlawanan. Karena kenapa, hari ini masih banyak intimidasi-intimidasi yang dilakukan para penguasa. Maka kita akan lawan terus,” imbuh Shandy disela mimbar.

Pihaknya juga menegaskan akan terus mengusut kasus hilangnya 13 para aktivis 98. Menurutnya pemerintah harus segera menyelesaikan persoalan ini.

“Kita mahasiswa menuntut kasus hilangnya ke-13 aktivis 98 itu untuk diusut tuntas atas pelanggaran HAM. Lawan politik dinasti, lawan abouse of power, lawan KKN. Karena kami muak!,” kembali Shandy menegaskan. (*)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa
PPK Diduga Langgar KAK dan Aturan LKPP, Kadisdik Bekasi Enggan Menjelaskan
Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan
PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan
Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan
Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan
Merawat Bumi, Menjaga Jagat: Tradisi Kerapan Sapi Betina Tetap Hidup
Pelaku Penganiayaan Berat terhadap Anak di Bawah Umur Ditangkap Tim Gabungan Polresta Sorong
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:53 WIB

PPK Diduga Langgar KAK dan Aturan LKPP, Kadisdik Bekasi Enggan Menjelaskan

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan

Kamis, 24 September 2026 - 18:38 WIB

PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan

Jumat, 18 September 2026 - 13:37 WIB

Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan

Berita Terbaru