Waduh, Aliansi Mahasiswa Banten Tolak Dinasti Politik

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 20 Agustus 2024 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Aliansi Mahasiswa Banten menggelar aksi di Depan Gerbang Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Selasa, (20/08/2024).

i

Keterangan foto : Aliansi Mahasiswa Banten menggelar aksi di Depan Gerbang Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Selasa, (20/08/2024).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co SERANG, – Aliansi Mahasiswa Banten menggelar aksi di Depan Gerbang Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Selasa, (20/08/2024). Para mahasiswa ini menolak terjadinya Dinasti Politik yang terjadi di Pemerintahan Provinsi Banten.

Koordinator Aksi Prasetya mengatakan, aksi yang dilakukanya sebagai bentuk keprihatinan dan tuntutan terhadap sistem demokrasi di Provinsi Banten. Gerakan ini lahir dari kesadaran akan perlunya pembenahan mendasar dalam praktik demokrasi yang saat ini dinilai telah tersandera oleh dinasti politik yang mengancam integritas dan keberlanjutan demokrasi itu sendiri.

Menurutnya, Dinasti politik di Banten telah menyebabkan terjadinya monopoli kekuasaan, yang pada akhirnya merusak tatanan demokrasi yang seharusnya menjadi milik semua rakyat. Sistem ini menciptakan ketimpangan dalam proses pemilihan pemimpin, dimana kesempatan bagi pemimpin baru yang potensial menjadi tertutup oleh dominasi keluarga atau kelompok tertentu.

Selain menuntut demokrasi yang bebas dari dinasti politik, Prasetya dalam aksinya secara tegas menyatakan pandangan bahwa memilih pemimpin harus didasarkan pada keyakinan bahwa kepemimpinan dalam ruang publik harus sesuai dengan nilai-nilai tertentu yang dianut oleh sebagian masyarakat Banten yang notabenenya merupakan muslim yang taat.

“Kami menuntut dihapuskan sistem dinasti politik dalam pemilihan pemimpin daerah di Provinsi Banten; Penegakan prinsip-prinsip demokrasi yang lebih adil, di mana setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin tanpa diskriminasi. Pilih Pemimpin yang anti korupsi dan harus di tuangkan dalam fakta integritas Banten agar Banten bisa maju,” ujar Prasetya.

Dengan adanya aksi tersebut, Prasetya berharap pemerintah dan masyarakat luas dapat memahami urgensi pembenahan demokrasi di Provinsi Banten dan mendukung perubahan yang lebih baik untuk masa depan demokrasi di daerah ini. (*)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan
PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan
Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan
Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan
Merawat Bumi, Menjaga Jagat: Tradisi Kerapan Sapi Betina Tetap Hidup
Pelaku Penganiayaan Berat terhadap Anak di Bawah Umur Ditangkap Tim Gabungan Polresta Sorong
Iklan Pandeglang
Sinergi Penuh Kejari Jakut dan Polres Tanjung Priok: Pastikan Proses Hukum Cepat, dan Akuntabel
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan

Kamis, 24 September 2026 - 18:38 WIB

PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan

Jumat, 18 September 2026 - 13:37 WIB

Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan

Kamis, 10 September 2026 - 19:01 WIB

Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan

Rabu, 2 September 2026 - 19:17 WIB

Merawat Bumi, Menjaga Jagat: Tradisi Kerapan Sapi Betina Tetap Hidup

Berita Terbaru