Jerry Massie: Pertemuan Prabowo-Jokowi Sarat Isu Strategis dan Potensi Jalan Buntu

Avatar photo

- Penulis

Senin, 6 Oktober 2025 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), DR Jerry Massie (Kanan).

i

Foto: Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), DR Jerry Massie (Kanan).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co jakarta – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), DR Jerry Massie MA, PhD menilai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyimpan sejumlah agenda penting. Menurutnya, ada beberapa isu krusial yang mungkin dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Saya pikir Jokowi was-was dan tak tenang dengan kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret dirinya maupun gugatan Rp125 triliun terkait ijazah Gibran. Ada akademisi dan praktisi yang menyebut Gibran tak tamat kuliah, bahkan ada rumor hanya lulusan setingkat kursus. Ini bisa jadi misi penyelamatan Gibran, sehingga Jokowi rela cawe-cawe,” ujar Jerry, Senin (6/10).

Ia juga menduga pertemuan itu membicarakan kemungkinan perombakan kabinet, khususnya terhadap sejumlah menteri dekat Jokowi. “Ada isu pemecatan Sri Mulyani, Erick Thohir, dan Ketua Projo Budi Arie. Ini topik yang bisa saja ikut dibedah,” tambahnya.

Selain itu, Jerry menilai Jokowi masih ngotot mendorong Prabowo untuk menjabat dua periode. Namun, ia melihat pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan signifikan. “Faktanya, di HUT ke-80 TNI, Jokowi tak hadir dengan alasan klasik. Menurut saya, pertemuan ini berakhir jalan buntu,” tegasnya.

Jerry juga menyindir gaya politik Jokowi yang menurutnya terlalu narsistik. “Jokowi ini tipikal pemimpin kampungan, suka sowan hanya demi diliput media. Padahal cukup lewat telepon saja,” kritiknya.

Di sisi lain, ia menilai sikap Prabowo tepat dengan tidak masuk ke ranah laporan dugaan ijazah palsu Jokowi dan Gibran.

“Itu langkah elegan, tidak perlu membela,” katanya.

Jerry bahkan menyebut ada kemungkinan Jokowi memberi peringatan atau tekanan politik kepada Prabowo.

“Saya khawatir Jokowi masih merasa seolah-olah masih menjabat penuh sebagai presiden,” ungkapnya.

Selain isu ijazah, Jerry juga menyoroti keterlibatan sejumlah nama dalam kasus korupsi Chromebook yang menyeret eks Mendikbud Nadiem Makarim, mantan Mendag Tom Lembong, hingga mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas.

“Nama Jokowi juga disebut-sebut dalam pusaran kasus tersebut,” ujarnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan
PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan
Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan
Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan
Merawat Bumi, Menjaga Jagat: Tradisi Kerapan Sapi Betina Tetap Hidup
Pelaku Penganiayaan Berat terhadap Anak di Bawah Umur Ditangkap Tim Gabungan Polresta Sorong
Iklan Pandeglang
Sinergi Penuh Kejari Jakut dan Polres Tanjung Priok: Pastikan Proses Hukum Cepat, dan Akuntabel
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan

Kamis, 24 September 2026 - 18:38 WIB

PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan

Jumat, 18 September 2026 - 13:37 WIB

Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan

Kamis, 10 September 2026 - 19:01 WIB

Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan

Rabu, 2 September 2026 - 19:17 WIB

Merawat Bumi, Menjaga Jagat: Tradisi Kerapan Sapi Betina Tetap Hidup

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB