Rapat Memanas, Warga Tolak Pembangunan KDMP di Lapangan Desa Padasuka

Avatar photo

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Pertemuan antara Pemerintah Desa Padasuka, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur keamanan dari Polsek dan Koramil Maja, serta Aliansi Pemuda Desa Padasuka yang digelar pada Senin (30/3/2026), berakhir dalam suasana tegang dan penuh emosi.

Agenda pembahasan rencana pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di atas satu-satunya lapangan sepak bola milik warga justru memicu kekecewaan mendalam dari kalangan pemuda. Forum yang semula diharapkan menjadi ruang dialog terbuka berubah menjadi perdebatan yang dinilai tidak memberi ruang cukup bagi aspirasi masyarakat.

Sejak awal, Aliansi Pemuda Desa Padasuka menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan. Namun, mereka meminta pemerintah desa mempertimbangkan lokasi alternatif. Bagi warga, lapangan tersebut bukan sekadar aset fisik, melainkan ruang publik yang memiliki nilai sosial dan historis bagi masyarakat lintas generasi.

Dalam jalannya diskusi, sejumlah peserta menilai komunikasi berlangsung satu arah. Aspirasi yang disampaikan pemuda dinilai tidak mendapatkan tanggapan yang memadai, sehingga memicu kekecewaan.

Situasi memuncak ketika Aliansi Pemuda Desa Padasuka memutuskan untuk melakukan walkout sebagai bentuk protes. Mereka meninggalkan forum dengan alasan tidak lagi merasa didengar.

Ketegangan semakin meningkat saat Kepala Desa Padasuka, Dudi Ridwan, yang hadir di penghujung pertemuan, menyatakan bahwa pembangunan akan tetap dilaksanakan. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari peserta forum.

Salah satu perwakilan pemuda, Didi, menyampaikan protes secara terbuka dengan pernyataan bernada kritik keras yang kemudian disambut sorakan dari peserta lainnya. Suasana forum pun sempat memanas sebelum akhirnya berakhir tanpa kesepakatan.

Peristiwa ini tidak hanya menandai berakhirnya forum tanpa hasil, tetapi juga mencerminkan retaknya komunikasi antara pemerintah desa dan sebagian masyarakat.

Aliansi Pemuda Desa Padasuka kembali menegaskan dukungan mereka terhadap pembangunan desa. Namun, mereka menolak jika pembangunan tersebut harus mengorbankan satu-satunya ruang publik yang tersedia bagi warga.

Hingga saat ini, polemik terkait rencana pembangunan tersebut masih belum menemukan titik temu. Masyarakat pun berharap adanya ruang dialog yang lebih terbuka dan solutif agar keputusan yang diambil dapat mengakomodasi kepentingan bersama.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan
PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan
Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan
Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan
Merawat Bumi, Menjaga Jagat: Tradisi Kerapan Sapi Betina Tetap Hidup
Pelaku Penganiayaan Berat terhadap Anak di Bawah Umur Ditangkap Tim Gabungan Polresta Sorong
Iklan Pandeglang
Sinergi Penuh Kejari Jakut dan Polres Tanjung Priok: Pastikan Proses Hukum Cepat, dan Akuntabel
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan

Kamis, 24 September 2026 - 18:38 WIB

PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan

Jumat, 18 September 2026 - 13:37 WIB

Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan

Kamis, 10 September 2026 - 19:01 WIB

Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan

Rabu, 2 September 2026 - 19:17 WIB

Merawat Bumi, Menjaga Jagat: Tradisi Kerapan Sapi Betina Tetap Hidup

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB