Pengamat : Percayakan Pada Polri Peristiwa Apartemen Teluk Intan Penjaringan

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 12 Maret 2024 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Robert Siagian yang juga pekerja pemerhati sosial kemsayarakatan, Selasa, Selasa (12/3/2024)

i

Keterangan foto : Robert Siagian yang juga pekerja pemerhati sosial kemsayarakatan, Selasa, Selasa (12/3/2024)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Tewasnya 1 keluarga meninggal dunia karena melompat dari lantai 22 sebuah apetemen di Teluk Intan, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (9/3/2024) masih dalam penyidikan Polri.

Para korban suami dan istri EA (51) dan AL (52) serta dua anaknya JIL (15) dan JW (13) yang diduga tewas bunuh diri banyak spekulasi pendapat dari beberapa pengamat.

“Silahkan saja pengamat memberikan dugaan atau pemikiran penyebab kematiannya. Mungkin itu bisa membantu polri terhadap pengungkapan kasus tersebut,” ujar Robert Siagian yang juga pekerja pemerhati sosial kemsayarakatan, Selasa, Selasa (12/3/2024).

Namun, katanya harus diingat, polisi masih mendalami penyabab peristiwa itu, jangan sampai pendapat para pengamat mengkaburkan penyidikan. “Peryataan pengamat bisa saja mengkaburkan penyidikan, sebab bila terjadi ada indikasi pembunuhan yang disebabkan faktor lain maka pelakunya bisa menghelak/kabur menghilangkan jejak.” ungkapnya.

Menurutnya, sebaiknya para pengamat memberikan ruang pada pihak kepolisian untuk bekerja sehingga mendapatkan titik terang.

“Dengan keprofesionalan polri pasti terungkap apa penyebab peristiwa kematian 1 keluarga itu,” tandasnya.

Sekertaris GPM (Gerakan Pemuda Marhaenis) Jakarta itu juga mempercayakan pada polri dan ia pun yakin dalam waktu dekat polri bisa menyimpulkan apa penyebabnya.

“Yakinlah pada penyidikan polri, pasti terungkap” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rozi Hariansyah: Di Balik Krisis Metode, Ada Manusia yang Hilang dari Diagnosis
Harmonisasi Implementasi KDKMP Guna Membangun Kepercayaan Antara Negara, Pengelola, dan Masyarakat
Harmonisasi Implementasi KDKMP Guna Membangun Kepercayaan Antara Negara, Pengelola, dan Masyarakat
 Kemerdekaan di Tengah Duka, Hajar Wisnu Hardiansyah: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni
Moment HUT Kemerdekaan RI ke 81, Para Pendaki Harus Berjuang Memerdekakan Gunung Dari Sampah
Jantung Bisnis Adalah Manusia: Mengapa Manajemen SDM Modern Membutuhkan Sentuhan Norma Agama
Ketika Perlindungan Hukum Berubah Menjadi Alasan Menghilangkan Hak Buruh
Mengapa Menteri Ketenagakerjaan Membatasi Penetapan Ulang Upah Minimum?
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:01 WIB

Rozi Hariansyah: Di Balik Krisis Metode, Ada Manusia yang Hilang dari Diagnosis

Rabu, 2 September 2026 - 20:14 WIB

Harmonisasi Implementasi KDKMP Guna Membangun Kepercayaan Antara Negara, Pengelola, dan Masyarakat

Rabu, 2 September 2026 - 19:20 WIB

Harmonisasi Implementasi KDKMP Guna Membangun Kepercayaan Antara Negara, Pengelola, dan Masyarakat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:45 WIB

 Kemerdekaan di Tengah Duka, Hajar Wisnu Hardiansyah: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Moment HUT Kemerdekaan RI ke 81, Para Pendaki Harus Berjuang Memerdekakan Gunung Dari Sampah

Berita Terbaru