Saat Sengkuni Menjadi Tangan Asing, Menjadi Mata di Atas Mata

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Oleh: Surya Perana Pk

Kekayaan Negeri Konoha yang melimpah menjadikannya sasaran perebutan kepentingan berbagai kekuatan asing. Dalam skenario ini, penguasaan tidak selalu dilakukan melalui perang terbuka. Jauh lebih efektif adalah membangun pengaruh dari dalam dengan menanam jaringan, menguasai arus informasi, dan merangkul orang-orang yang berada di lingkaran kekuasaan.

Ketika informasi telah dikuasai, langkah menuju pengaruh yang lebih besar menjadi semakin mudah. Perpecahan internal pun dapat tercipta tanpa harus mengerahkan kekuatan militer. Informasi berubah menjadi senjata paling ampuh untuk melemahkan sebuah negara dari dalam.

Berbagai bentuk pendekatan, fasilitas, hingga pemberian keuntungan kepada pihak-pihak tertentu dapat menjadi instrumen untuk membangun loyalitas dan memecah soliditas di setiap lini. Semua berlangsung secara halus, nyaris tak terlihat oleh mata publik.

Di balik layar, berlangsung permainan kepentingan yang rumit. Sebuah bisnis gelap yang beroperasi di atas bisnis gelap, bergerak senyap, sulit dibaca, dan nyaris tak tampak oleh kasatmata.

Semua lini di Negeri Konoha seolah telah dikuasai, terutama sektor ekonomi. Pertarungan sesungguhnya berlangsung di balik layar, dalam gelapnya kegelapan, dengan tujuan akhir menguasai kekayaan Negeri Konoha.(Rm)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Cegah Bencana di Bumi Nusantara, Kidung Tirto Serukan Ruwat Bumi dan Kebangkitan Budaya Leluhur
Ariani Djalal: Gap Analysis Bukan Akhir, Langkah Awal Menuju Peluang Bisnis Baru ​
Ariani Djalal: Dari Aset Pengalaman Pensiunan Menuju Peran Strategic Integrator
Ariani Djalal: Melampaui Efisiensi, Cari Peluang Baru Bisnis Transportasi Laut
Surat Terbuka untuk Kapolda Baru Sulawesi Barat: 1.763 Hektare Pasangkayu Harus Diselidiki
Paradoks Negeri Kepulauan: Ketika Manusia Memunggungi Potensi Lautnya
Soleman B Ponto: Battle Proven Tidak Selalu Cocok Untuk Kebutuhan Alutsista Indonesia
Analisis Soleman B. Ponto: Modifikasi KRI Sriwijaya Kapal Tua Bukan Jaminan Daya Gentar Militer
Berita ini 29 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Cegah Bencana di Bumi Nusantara, Kidung Tirto Serukan Ruwat Bumi dan Kebangkitan Budaya Leluhur

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ariani Djalal: Gap Analysis Bukan Akhir, Langkah Awal Menuju Peluang Bisnis Baru ​

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:56 WIB

Ariani Djalal: Dari Aset Pengalaman Pensiunan Menuju Peran Strategic Integrator

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Ariani Djalal: Melampaui Efisiensi, Cari Peluang Baru Bisnis Transportasi Laut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Surat Terbuka untuk Kapolda Baru Sulawesi Barat: 1.763 Hektare Pasangkayu Harus Diselidiki

Berita Terbaru