Tekan Angka Kemiskinan, Ketua DPD RI Minta Kelompok Rentan Dapat Pelatihan

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 29 Desember 2022 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co SURABAYA – Masih tingginya angka kemiskinan di Surabaya, Jawa Timur, menjadi perhatian serius Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, hal tersebut harus diatasi, salah satunya lewat pelatihan terhadap kelompok rentan atau keluarga miskin.

Hal itu disampaikan LaNyalla setelah Dinas Sosial Kota Surabaya memasang stiker bertuliskan ‘Keluarga Miskin’, kepada sekitar 75.069 keluarga penerima bantuan sosial. Jumlah ini meliputi 219.427 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada Maret 2022 mencapai 4,181 juta orang.

Meskipun angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, LaNyalla berharap kemiskinan fokus ditangani, terkait adanya potensi resesi global.

“Kemiskinan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Angka yang ada ini masih cukup tinggi, saya berharap bisa terus ditekan sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” kata LaNyalla yang sedang reses di Jawa Timur, Kamis (29/12/2022).

LaNyalla juga mengatakan pemerintah perlu bekerja lebih keras lagi untuk menurunkan angka tersebut.

Baca juga : Dijamu KBRI Thailand, Ketua DPD RI Jelaskan Mengapa Harus Kembali Ke Sistem Asli Indonesia

“Pemerintah perlu mendorong keluarga-keluarga yang tergolong miskin untuk terus bekerja lebih giat sehingga kelompok ini memiliki upaya memperbaiki perekonomian mereka,” jelasnya.

Senator asal Jawa Timur itu menjelaskan, ada beberapa langkah untuk mendongkrak peningkatan kesejahteraan keluarga-keluarga tergolong miskin.

“Misalnya dengan memberikan pelatihan keterampilan menjahit, pelatihan membuat aksesoris, atau membuat kerajinan tangan lainnya,” tuturnya.

Tidak itu saja, LaNyalla juga mendorong keluarga miskin bisa membuka usaha dengan bekal keterampilan yang diberikan tadi.

“Jadi bukan hanya memberikan pelatihan, tapi harus ada tindak lanjut. Dan ini harus menjadi komitmen pemerintah dan keluarga miskin,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu.(Deni/red)

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rozi Hariansyah: Di Balik Krisis Metode, Ada Manusia yang Hilang dari Diagnosis
Harmonisasi Implementasi KDKMP Guna Membangun Kepercayaan Antara Negara, Pengelola, dan Masyarakat
Harmonisasi Implementasi KDKMP Guna Membangun Kepercayaan Antara Negara, Pengelola, dan Masyarakat
 Kemerdekaan di Tengah Duka, Hajar Wisnu Hardiansyah: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni
Moment HUT Kemerdekaan RI ke 81, Para Pendaki Harus Berjuang Memerdekakan Gunung Dari Sampah
Jantung Bisnis Adalah Manusia: Mengapa Manajemen SDM Modern Membutuhkan Sentuhan Norma Agama
Ketika Perlindungan Hukum Berubah Menjadi Alasan Menghilangkan Hak Buruh
Mengapa Menteri Ketenagakerjaan Membatasi Penetapan Ulang Upah Minimum?
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:01 WIB

Rozi Hariansyah: Di Balik Krisis Metode, Ada Manusia yang Hilang dari Diagnosis

Rabu, 2 September 2026 - 20:14 WIB

Harmonisasi Implementasi KDKMP Guna Membangun Kepercayaan Antara Negara, Pengelola, dan Masyarakat

Rabu, 2 September 2026 - 19:20 WIB

Harmonisasi Implementasi KDKMP Guna Membangun Kepercayaan Antara Negara, Pengelola, dan Masyarakat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:45 WIB

 Kemerdekaan di Tengah Duka, Hajar Wisnu Hardiansyah: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Moment HUT Kemerdekaan RI ke 81, Para Pendaki Harus Berjuang Memerdekakan Gunung Dari Sampah

Berita Terbaru