Memberi Makan Hewan Ternak Dapat Meminimalisir Ketergantungan Anak pada HP

Avatar photo

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Oleh: Kak Satria

Jakrata – Kemajuan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan bagi manusia, tetapi juga dapat membawa dampak negatif, terutama bagi anak-anak. Salah satu dampaknya adalah penggunaan gadget atau handphone (HP) secara berlebihan. Saat ini, berbagai produsen dan penyedia layanan terus berlomba menghadirkan fitur-fitur baru yang semakin menarik dan memudahkan pengguna.

Di sisi lain, kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi orang tua apabila penggunaan HP tidak diawasi. Beragam fitur yang tersedia mampu membuat anak kecanduan sehingga mengabaikan aktivitas lain yang penting bagi tumbuh kembangnya. Bahkan, tidak sedikit anak yang menjadi mudah marah atau melakukan tindakan yang tidak semestinya ketika tidak diberi HP. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental anak dan berdampak pada perkembangan mereka di masa depan.

Salah satu cara untuk meminimalisir ketergantungan anak terhadap HP adalah dengan menghadirkan aktivitas yang menarik, menyenangkan, sekaligus bermanfaat bagi perkembangan mereka. Kegiatan yang melibatkan alam dan makhluk hidup merupakan pilihan yang baik karena mampu menjadi stimulus bagi perkembangan fisik, emosional, dan sosial anak.

Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah memberi makan hewan ternak, seperti ayam, ikan, kambing, sapi, maupun hewan peliharaan lainnya. Melalui kegiatan sederhana ini, anak belajar bertanggung jawab karena memahami bahwa hewan bergantung pada manusia untuk mendapatkan makanan. Aktivitas tersebut juga menumbuhkan rasa empati, kepedulian terhadap makhluk hidup, serta melatih keterampilan motorik dan sensorik melalui interaksi langsung dengan hewan.

Selain itu, rutinitas memberi makan hewan dapat membentuk kebiasaan disiplin karena dilakukan pada waktu-waktu tertentu setiap hari. Anak juga belajar memahami bahwa setiap makhluk hidup memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Saat membawa pakan, menuangkannya, atau menyebarkannya kepada hewan, koordinasi antara pancaindra dan kemampuan motorik anak berkembang secara alami melalui aktivitas fisik yang menyenangkan.

Dari sisi spiritual, kegiatan ini membantu anak memahami pentingnya menjaga dan mensyukuri ciptaan Tuhan. Sementara dari sisi sosial, anak akan lebih percaya diri dalam berinteraksi dan berkomunikasi ketika menceritakan pengalaman mereka kepada orang lain. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa interaksi dengan hewan dapat membantu anak menjadi lebih tenang, fokus, dan mendukung proses belajar.

Berangkat dari pemikiran tersebut, komunitas Mata Tunas 17, yang bergerak di bidang pendidikan dan pelestarian alam, berupaya mengolaborasikan kegiatan pembelajaran dengan aktivitas di alam terbuka. Dalam berbagai program seperti outing class, field trip, perkemahan Pramuka, maupun Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), peserta selalu diajak memberi makan hewan ternak.

Melalui kegiatan ini, pendidikan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient atau IQ), tetapi juga mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual.

Namun, kegiatan memberi makan hewan tidak harus menunggu program dari Mata Tunas 17. Di rumah, anak dapat dilibatkan untuk memberi makan ikan di akuarium, ayam di kandang, kucing, atau hewan peliharaan lainnya. Orang tua dapat memberikan tanggung jawab tersebut secara rutin sesuai dengan usia dan kemampuan anak.

Dengan cara sederhana ini, anak tidak hanya memiliki aktivitas yang bermanfaat, tetapi juga belajar bertanggung jawab, peduli terhadap makhluk hidup, dan mengurangi ketergantungan pada HP.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jantung Bisnis Adalah Manusia: Mengapa Manajemen SDM Modern Membutuhkan Sentuhan Norma Agama
Ketika Perlindungan Hukum Berubah Menjadi Alasan Menghilangkan Hak Buruh
Mengapa Menteri Ketenagakerjaan Membatasi Penetapan Ulang Upah Minimum?
Saat Sengkuni Menjadi Tangan Asing, Menjadi Mata di Atas Mata
Sandiwara di Panggung, Damai di Meja Makan
Krisis Keteladanan: Bahasa Pemimpin “Ndasmu”, “Emang Gue Pikirin”, dan Konsekuensinya di Ruang Kelas
BUMN Ramah Wanita, Prioritaskan Pelayanan Bukan Keuntungan, Sediakan Passenger Gate Agar Penumpang Tak Terjatuh
Retaker Kedokteran dan Tanggung Jawab Negara Menjaga Masa Depan Calon Dokter
Berita ini 40 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Jantung Bisnis Adalah Manusia: Mengapa Manajemen SDM Modern Membutuhkan Sentuhan Norma Agama

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:03 WIB

Ketika Perlindungan Hukum Berubah Menjadi Alasan Menghilangkan Hak Buruh

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:28 WIB

Mengapa Menteri Ketenagakerjaan Membatasi Penetapan Ulang Upah Minimum?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:04 WIB

Saat Sengkuni Menjadi Tangan Asing, Menjadi Mata di Atas Mata

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:59 WIB

Sandiwara di Panggung, Damai di Meja Makan

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB