Program Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Lebak Diduga Tidak Tepat Sasaran dan Tidak Sesuai Tujuan

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan poto : Tempat kegitan LBM korban revitalisasi sekolah di SDN 2 Cisimeut Raya Kabupaten Lebak Banten

i

Keterangan poto : Tempat kegitan LBM korban revitalisasi sekolah di SDN 2 Cisimeut Raya Kabupaten Lebak Banten

Ikuti kami di Google News

TERASMEDIA.CO LEBAK – Saat ini Pemerintah Pusat menggelontorkan Anggaran APBN 2025, untuk revitalisasi sekolah dengan alokasi anggaran sebesar Rp20,3 triliun. Angka terebut terbagi dalam beberapa program, termasuk revitalisasi satuan pendidikan sebanyak 16.170. Sekolah yang secara total mendapat alokasi sekitar Rp3,1 triliun untuk progres pembangunan sekitar 60/% per September 2025,

Dengan total target revitalisasi satuan pendidikan yang dilampaui sebanyak 16.170 sekolah dan anggaran untuk program ini sebesar Rp16,97 triliun dengan konsep swakelola di seluruh indonesia

Untuk revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp16,97 triliin dengan konsep swakelola untuk menyerap tenaga kerja, dan dalam penyalurannya harus tepat sasaran, menyentuh sekolah-sekolah yang kondisinya paling mendesak dan membutuhkan perbaikan, sesuai dengan, rencana program tersebut

Namun sayangnya program revitalisasi  tersebut diduga tidak tepat sasaran seperti yang terjadi di Kabupaten Lebak Banten, pasalnya hasil pantauan awak media pada 28/10/2025 di beberapa titik sekolah yang mendapatkan revitalisasi tersebut mayoritas kondisinya masih baik atau hanya rusak ringan, sehingga diduga program tersebut tidak tepat sasaran, salah satunya di SDN 2 Cisimeut raya, Kecatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Banten.

Dan yang lebih memprihatinkan lagi, pihak pelaksana lebih mengedepankan Revitalisasi ketimbang Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) sehingga dampak dari kegaiatn revitalisasi tersebut kegiatan KBM harus di lakukan di tempat pengungsian sementara yang jauh dari kata layak,

Sementara itu, Ade Surnaga, atau yang biasa di sapa King Naga, selaku Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia ( GMBI ) distrik Lebak memgaku geram terhadap para pelaksana kegiatan revitalisasi yang lebih mengedepankan bisnis proyek bangunan sekolah, ketimbang kegiatan KBM,

“Jika benar, pihak pelaksana kegiatan lebih mementingkan kegitan pembangunan dan mengesamping kegiatan KBM tentu itu sangat kami sayangkan, mengingat kegiatan KBM melibatkan anak didik, kan masih bisa di siasati, misalnya bangun benerapa lokal dulu, setelah selesai yang satunya, baru bangun lagi yang satunya, sehingga kegiatan KBM tidak mesti di ungsikan, apalagi tempatnya kurang layak, karena kalau saya lihat, sekolah tersebut juga kondisinya tidak rusak parah ko, kecuali kondisi sekolahnya memang benar – benar rusak parah dan tidak layak untuk di isi,”Ujarnya tandes

Lebih lanjut, King Naga, mengatakan.” dan Kami juga sangat menyayangkan, dan mempertanyakan,  terhadap program revitalisasi ini, karena hasil pantauan dan investigasi kami, semua sekolah yang mendapatkan program revitalisasi ini, kondisinya dalam kondisi rusak ringan, bukan rusak berat dan sedang, padahal dalam aturan program ini diperuntukan
bagi sekolah-sekolah yang kondisinya paling mendesak dan sangat membutuhkan perbaikan. dan data pokok pendidikan (Dapodik) menjadi dasar untuk menentukan prioritas,”Pungkasnya

Penulis : Rai Kusbini

Editor    : Rk

Komentar ditutup.

Berita Terkait

SMK/SMA PGRI Rangkasbitung Perkuat Pendidikan Vokasi, Siapkan Lulusan Berakhlak dan Siap Bersaing di Dunia Kerja
Buruan Daftar Segera : SPMB SMK PGRI Rangkasbitung Bakal di Tutup Pada 8 Juli 2026
Miliki Jiwa Leadership Yang Mumpuni : Dini Hipdiani Kembali Dipercaya Pimpin SMK PGRI Rangkasbitung Priode 2026 – 2030
KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan
Sebut Rumah Sebagai Sekolah Pertama, Ini Pesan Sekkel Pakuhaji di Acara Kelulusan SDN 5
Yayasan Al Amanah Gelar Pelepasan Siswa, Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkelanjutan
Ini Pesan Kepsek SMK PGRI Rangkasbitung Buat 166 Peserta Didik yang Lulus di Tahun Ajaran 2025 – 2026
SMPN 2 Rangkasbitung Kirim Delapan Atlit Siswa Terbaik Ikuti POPDA Provinsi Banten Tahun 2026 : Ini Pesen Kepseknya
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:42 WIB

SMK/SMA PGRI Rangkasbitung Perkuat Pendidikan Vokasi, Siapkan Lulusan Berakhlak dan Siap Bersaing di Dunia Kerja

Senin, 6 Juli 2026 - 11:53 WIB

Buruan Daftar Segera : SPMB SMK PGRI Rangkasbitung Bakal di Tutup Pada 8 Juli 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 12:13 WIB

Miliki Jiwa Leadership Yang Mumpuni : Dini Hipdiani Kembali Dipercaya Pimpin SMK PGRI Rangkasbitung Priode 2026 – 2030

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:31 WIB

KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan

Senin, 22 Juni 2026 - 21:19 WIB

Sebut Rumah Sebagai Sekolah Pertama, Ini Pesan Sekkel Pakuhaji di Acara Kelulusan SDN 5

Berita Terbaru