Terasmedia.co Lebak – Rendahnya rata-rata lama pendidikan masyarakat di Kabupaten Lebak kembali menjadi perhatian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata lama sekolah masyarakat di daerah tersebut saat ini masih berada di angka 6,8 tahun, Minggu (10/05/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, mengatakan angka tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat di Lebak baru menyelesaikan pendidikan formal setingkat sekolah dasar.
“Berdasarkan data BPS, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Lebak masih berada di angka 6,8 tahun,” ujar Doddy,
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor akses pendidikan, tetapi juga dipengaruhi kondisi sosial dan geografis wilayah Kabupaten Lebak yang cukup beragam.
Ia menjelaskan, sejumlah daerah di Lebak masih menghadapi keterbatasan akses transportasi dan jarak tempuh menuju fasilitas pendidikan lanjutan. Kondisi itu menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah masyarakat.
Selain itu, keberadaan masyarakat adat di wilayah kasepuhan juga menjadi faktor yang turut memengaruhi pola pendidikan anak. Masyarakat adat memiliki sistem sosial dan pola kehidupan tersendiri yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya.
Di sisi lain, sebagian pelajar di Lebak juga memilih melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal, termasuk pendidikan berbasis keagamaan seperti pesantren salafi. Menurut Doddy, kondisi tersebut merupakan bagian dari realitas pendidikan di Kabupaten Lebak yang perlu dipahami secara menyeluruh.
“Sebagian anak melanjutkan pendidikan ke pesantren tradisional atau pendidikan nonformal lainnya, sehingga tidak semuanya tercatat dalam pola pendidikan formal umum,” katanya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pendidikan terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan jangka panjang.
Peningkatan rata-rata lama sekolah dinilai menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat hingga lingkungan keluarga.
Dengan kondisi geografis yang luas serta keberagaman budaya masyarakat, pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Lebak dinilai memerlukan pendekatan yang tidak hanya administratif, tetapi juga sosial dan kultural agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.












