Tekanan Publik Mendorong Isu Munaslub Golkar: Warganet Ramai-ramai Kritik Bahlil Lahadalia

Avatar photo

- Penulis

Senin, 4 Agustus 2025 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (red).

i

Foto (red).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.com Jakarta – Tekanan publik terhadap kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar semakin mencuat, terutama di media sosial seperti Facebook. Meskipun Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, melalui sejumlah media menegaskan tidak ada isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), warganet menunjukkan respons berbeda, 4 Agustus 2025.

Salah satu unggahan berita di akun Facebook Antaranews.com yang menyatakan Bahlil menepis isu Munaslub, mendapat banyak komentar kritis. Akun Timor Sunrise menuliskan, “Orang ini diganti saja. Bukankah jadi ketum itu lahir dari demokrasi yang cacat? Ketum yang lahir dalam kondisi cacat seperti ini, tidak mampu membesarkan partai.”

Sikap serupa terlihat di unggahan akun beritasatu.com yang juga memuat pernyataan Bahlil bahwa tidak ada Munaslub di Golkar. Akun Puang Dullah menanggapi, “Kalau Golkar mau bertahan di DPR, iya, ganti Bahlil.”

Komentar bernada sinis juga muncul dari akun xixi xaxa yang menyebut, “Bahlul ternak Mulyono .”

Sementara itu, akun Media Indonesia mempublikasikan berita berjudul “Isu Munaslub Golkar, Sinyal Retaknya Dukungan untuk Bahlil,” yang turut mendapat reaksi keras dari masyarakat. Salah satunya akun Rizal Zubair yang menulis, “Lebih cepat lebih bagus, karena Bahlil adalah titipan untuk menjadikan Golkar sebagai kendaraan politik yang gila kekuasaan dan budak oligarki.” Akun lain, Dermawan Dermawan, menyebut, “Bahlil gak cocok jadi Ketum..”

Gelombang komentar negatif ini menunjukkan adanya ketidakpuasan publik terhadap kepemimpinan Bahlil, sekaligus menandai tekanan publik yang kian kuat agar Partai Golkar mempertimbangkan kembali arah dan kepemimpinannya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Manuver Curi Start Jokowi Dinilai Jadi Bom Waktu yang Bisa Merusak Nama Prabowo
Jokowi Temui Penggiat Buruh Migran di Lampung, Bahas Perlindungan PMI
Politik Dua Kaki PDIP Bikin PKB Gelisah, Pengamat: Gerus Posisi Tawar Koalisi
DPW PKB Banten Susun Kepengurusan DPC 2026-2031, Tekankan Keterwakilan Daerah
Dua DPC PPP Tuntaskan Muscab, DPW Papua Barat Daya Siap Perkuat Struktur Partai
Dari Pengabdian Menuju Kemenangan, PKB Lebak Siap Bergerak Lebih Solid dan Dekat dengan Rakyat
Adde Rosi Sebut Keterwakilan Perempuan di DPR Tak Cukup Angka, Perlu Posisi Strategis
Golkar: E-Voting Perlu Kajian Mendalam, Infrastruktur dan Regulasi Matang
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:18 WIB

Manuver Curi Start Jokowi Dinilai Jadi Bom Waktu yang Bisa Merusak Nama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:02 WIB

Jokowi Temui Penggiat Buruh Migran di Lampung, Bahas Perlindungan PMI

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:15 WIB

Politik Dua Kaki PDIP Bikin PKB Gelisah, Pengamat: Gerus Posisi Tawar Koalisi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:57 WIB

DPW PKB Banten Susun Kepengurusan DPC 2026-2031, Tekankan Keterwakilan Daerah

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:12 WIB

Dua DPC PPP Tuntaskan Muscab, DPW Papua Barat Daya Siap Perkuat Struktur Partai

Berita Terbaru

Sekjen Matahukum Mukshin Nasir

Hukum dan Kriminal

Kasus BTS 27 M, KPK Panggil Dito Kasus Haji, Matahukum: Jangan Lolos Lagi

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:23 WIB