Terasmedia.co Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Yahya Zaini, mempertanyakan sejumlah temuan terkait pengelolaan anggaran dan tata kelola di Kementerian Kesehatan dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan, Senin (20/7).
Yahya Zaini menyoroti realisasi anggaran Kementerian Kesehatan tahun 2025 yang dinilainya mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat penjelasan mengingat di tengah kebijakan pemblokiran dan efisiensi anggaran, tingkat penyerapannya justru masih rendah.
“Realisasi anggaran tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. Apa sebabnya, Pak Menteri? Di satu sisi kita banyak mengalami pemblokiran dan efisiensi anggaran, tetapi justru tingkat penyerapannya rendah. Kendalanya ada di mana?” ujar Yahya.
Ia juga mempertanyakan pemblokiran anggaran yang nilainya mencapai sekitar Rp6 triliun. Menurutnya, perlu ada penjelasan mengenai koordinasi antara Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Keuangan terkait kebijakan tersebut.
“Pemblokiran terbesar mencapai Rp6 triliun. Sebenarnya bagaimana koordinasi Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Keuangan? Padahal ini merupakan program prioritas pemerintah yang menjadi perhatian langsung Presiden,” katanya.
Selain itu, Yahya menyoroti anggaran yang tidak terserap sebesar Rp7,1 triliun, termasuk anggaran sekitar Rp785 miliar untuk peningkatan kelas rumah sakit. Ia mempertanyakan penyebab rendahnya penyerapan tersebut mengingat program peningkatan rumah sakit merupakan salah satu program strategis pemerintah.
“Kita menyambut baik banyaknya rumah sakit tipe D yang naik kelas menjadi tipe C. Tetapi mengapa masih ada anggaran yang tidak terserap untuk program tersebut?” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Yahya juga mempertanyakan banyaknya temuan dalam pengelolaan keuangan di Kementerian Kesehatan dibandingkan kementerian lain. Ia menyebut jumlah temuan di Kementerian Kesehatan mencapai ribuan, sementara di kementerian lain hanya puluhan bahkan satuan.
“Temuan di Kementerian Kesehatan mencapai ribuan. Padahal di kementerian lain ada yang hanya puluhan, bahkan di Kementerian Ketenagakerjaan hanya delapan temuan. Ini berarti ada yang perlu diperbaiki dalam tata kelola keuangannya. Mohon dijelaskan apa penyebabnya,” tegas Yahya.
Penulis : MR












