Pengamat Politik Soroti Isu Munaslub Golkar: Ketidakpuasan Internal dan Tekanan Publik

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (Red).

i

Foto (Red).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Pengamat politik Agus Partono menilai, munculnya isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar dipicu oleh ketidakpuasan di tubuh internal partai. Menurutnya, isu itu tidak akan berkembang apabila seluruh pengurus puas terhadap kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan semua faksi terakomodasi.

“Kalau semua pihak di internal merasa puas, tidak akan ada isu Munaslub. Artinya, ada faksi yang merasa kepentingannya belum terakomodasi,” ujar Agus 5 Agustus 2025.

Agus menambahkan, dorongan untuk mengganti Bahlil bukan hanya datang dari internal partai, tetapi juga dari masyarakat. Sejumlah kebijakan yang dinilai menyengsarakan rakyat disebut telah memicu kekecewaan publik.

“Masyarakat sudah membuka mata dan telinga. Kalau Golkar tidak ingin terjun bebas, harus mau mendengar keluh kesah rakyat. Bukankah suara Golkar seharusnya suara rakyat? Kalau rakyat menilai buruk, itu bagian dari demokrasi,” tegasnya.

Meski demikian, beberapa tokoh Golkar menepis isu tersebut dan menyalahkan kelompok yang dianggap tidak menyukai Golkar.

Agus menilai, jika ada pihak yang mengetahui secara detail dinamika internal partai, kemungkinan besar mereka adalah orang dalam.

“Yang tahu dapur Golkar pasti orang Golkar sendiri, tidak mungkin orang luar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti proses terpilihnya Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar, yang dinilai tidak melalui mekanisme Musyawarah Nasional sesuai jadwal. Bahlil menggantikan Airlangga Hartarto, dan diduga ada peran penguasa dalam proses tersebut.

“Dalam pidato pertamanya, Bahlil pernah mengatakan bahwa Ketua Umum Golkar harus dekat dengan penguasa. Ia juga sempat menyebut  ‘raja Jawa’,” kata Agus.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Manuver Curi Start Jokowi Dinilai Jadi Bom Waktu yang Bisa Merusak Nama Prabowo
Jokowi Temui Penggiat Buruh Migran di Lampung, Bahas Perlindungan PMI
Politik Dua Kaki PDIP Bikin PKB Gelisah, Pengamat: Gerus Posisi Tawar Koalisi
DPW PKB Banten Susun Kepengurusan DPC 2026-2031, Tekankan Keterwakilan Daerah
Dua DPC PPP Tuntaskan Muscab, DPW Papua Barat Daya Siap Perkuat Struktur Partai
Dari Pengabdian Menuju Kemenangan, PKB Lebak Siap Bergerak Lebih Solid dan Dekat dengan Rakyat
Adde Rosi Sebut Keterwakilan Perempuan di DPR Tak Cukup Angka, Perlu Posisi Strategis
Golkar: E-Voting Perlu Kajian Mendalam, Infrastruktur dan Regulasi Matang
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:18 WIB

Manuver Curi Start Jokowi Dinilai Jadi Bom Waktu yang Bisa Merusak Nama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:02 WIB

Jokowi Temui Penggiat Buruh Migran di Lampung, Bahas Perlindungan PMI

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:15 WIB

Politik Dua Kaki PDIP Bikin PKB Gelisah, Pengamat: Gerus Posisi Tawar Koalisi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:57 WIB

DPW PKB Banten Susun Kepengurusan DPC 2026-2031, Tekankan Keterwakilan Daerah

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:12 WIB

Dua DPC PPP Tuntaskan Muscab, DPW Papua Barat Daya Siap Perkuat Struktur Partai

Berita Terbaru

Sekjen Matahukum Mukshin Nasir

Hukum dan Kriminal

Kasus BTS 27 M, KPK Panggil Dito Kasus Haji, Matahukum: Jangan Lolos Lagi

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:23 WIB