Bukan Istana, Rakyat dan Internal Golkar Disebut Dorong Isu Munaslub

Bukan Istana, Rakyat dan Internal Golkar Disebut Dorong Isu Munaslub
Foto (Red).
Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Jagat maya masih ramai membicarakan isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Sorotan publik menguat setelah akun Facebook Kompas.com membagikan tautan berita berjudul “Bahlil Lahadalia dan Nusron Wahid Membantah Akan Adanya Munaslub Golkar”. Dalam berita itu, pihak Istana menegaskan tidak akan ikut campur, dikutip dari akun Facebook kompas.com pada 6 Agustus 2025.

Meski begitu, perbincangan di media sosial justru mengarah pada anggapan bahwa dorongan Munaslub bukan datang dari Istana, melainkan dari rakyat dan internal partai sendiri. Ragam komentar warganet menunjukkan pandangan kritis terhadap kepemimpinan Golkar.

Akun Tagor Sianturi menulis, “Di Golkar semua bisa. Dulu banyak syarat jadi ketum, faktanya Bahlil bisa. Gosipnya Istana ikut menyukseskan, tapi sekarang kelihatannya dorongan datang dari bawah.”
Akun Gatot menyebut Golkar sebagai “sarang koruptor dari Orba sampai sekarang”. Akun Riri Suhardi menganalogikan situasi ini seperti pagelaran wayang yang membutuhkan dalang dan wayang yang patuh.

Bacaan Lainnya

Sejumlah komentar lain lebih keras, seperti ajakan melanjutkan Munaslub, kritik terhadap partai politik, hingga sindiran personal terhadap Bahlil. Ada pula yang mengusulkan agar keluarga Cendana mengambil alih, atau menyebut kepemimpinan Golkar sudah terpengaruh pihak luar.

Meski Bahlil dan sejumlah pengurus DPP Golkar telah membantah isu Munaslub, obrolan di media sosial dan warung kopi justru semakin ramai. Banyak suara di akar rumput yang menilai pergantian kepemimpinan adalah aspirasi rakyat dan internal partai, bukan skenario Istana.

Bahlil, yang dikenal sebagai “Menteri Gas 3 Kg”, kini menjadi pusat sorotan dalam pusaran isu politik internal Golkar tersebut.

Pos terkait