Gerakan Senyap Munaslub Golkar, Pengamat Soroti Resistensi Internal

Gerakan Senyap Munaslub Golkar, Pengamat Soroti Resistensi Internal
Foto (red).
Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Mencuatnya isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar disinyalir bukan karena dorongan Istana, melainkan menunjukkan adanya gejolak di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Pengamat Politik Citra Institute, Efriza, menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki kebijaksanaan dalam berpolitik, sehingga kecil kemungkinan mencampuri urusan internal partai politik.

“Ditenggarai kabar Munaslub Golkar ‘direstui Istana’ masih sebatas klaim, agar isu Munaslub memperoleh dukungan dari penguasa,” ujar Efriza (10/8/2025).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, jika pun ada tudingan restu dari Istana untuk mengganti posisi Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, alasan tersebut tidak cukup kuat. “Dalam konteks isu ‘restu Istana’, hal itu diduga hanya pemicu, bukan penentu terselenggaranya Munaslub. Pertarungan sesungguhnya tetap di internal Golkar,” tegasnya.

Efriza menjelaskan, peluang Munaslub akan semakin terbuka jika dukungan di tingkat daerah solid, dan ada kekuatan elite pusat yang mendorong wacana tersebut. Ia memperkirakan isu ini justru sengaja dilontarkan oleh faksi internal Golkar.

“Jika kepentingan faksi-faksi lain mulai bersatu, maka isu ini akan semakin menguat. Golkar dikenal pragmatis, dengan loyalitas yang sangat bergantung pada terakomodirnya kepentingan politik internal,” jelasnya.

Sementara itu, sumber internal Golkar berinisial X mengungkapkan bahwa kondisi saat ini ditandai ketidakpercayaan antar kader. “Perang dingin antar faksi memang benar adanya. Orang-orang Bahlil siap mempertahankan posisinya, bahkan jika ada campur tangan Istana sekalipun,” ujarnya.

Di sisi lain, faksi yang menginginkan Bahlil mundur disebut telah bergerak melakukan konsolidasi. Beberapa DPD tingkat I dan II dikabarkan mendukung langkah tersebut, dengan alasan kebijakan Bahlil dianggap merugikan suara Golkar di akar rumput.

Salah satu kebijakan yang menuai kritik adalah wacana terkait gas LPG 3 kg, yang membuat kader Golkar di daerah menjadi sasaran kemarahan masyarakat. “Faksi ini ingin Bahlil segera diganti,” pungkas sumber tersebut.

Pos terkait