Gerakan Senyap Munaslub Golkar, Pengamat Soroti Resistensi Internal

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (red).

i

Foto (red).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Mencuatnya isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar disinyalir bukan karena dorongan Istana, melainkan menunjukkan adanya gejolak di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Pengamat Politik Citra Institute, Efriza, menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki kebijaksanaan dalam berpolitik, sehingga kecil kemungkinan mencampuri urusan internal partai politik.

“Ditenggarai kabar Munaslub Golkar ‘direstui Istana’ masih sebatas klaim, agar isu Munaslub memperoleh dukungan dari penguasa,” ujar Efriza (10/8/2025).

Menurutnya, jika pun ada tudingan restu dari Istana untuk mengganti posisi Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, alasan tersebut tidak cukup kuat. “Dalam konteks isu ‘restu Istana’, hal itu diduga hanya pemicu, bukan penentu terselenggaranya Munaslub. Pertarungan sesungguhnya tetap di internal Golkar,” tegasnya.

Efriza menjelaskan, peluang Munaslub akan semakin terbuka jika dukungan di tingkat daerah solid, dan ada kekuatan elite pusat yang mendorong wacana tersebut. Ia memperkirakan isu ini justru sengaja dilontarkan oleh faksi internal Golkar.

“Jika kepentingan faksi-faksi lain mulai bersatu, maka isu ini akan semakin menguat. Golkar dikenal pragmatis, dengan loyalitas yang sangat bergantung pada terakomodirnya kepentingan politik internal,” jelasnya.

Sementara itu, sumber internal Golkar berinisial X mengungkapkan bahwa kondisi saat ini ditandai ketidakpercayaan antar kader. “Perang dingin antar faksi memang benar adanya. Orang-orang Bahlil siap mempertahankan posisinya, bahkan jika ada campur tangan Istana sekalipun,” ujarnya.

Di sisi lain, faksi yang menginginkan Bahlil mundur disebut telah bergerak melakukan konsolidasi. Beberapa DPD tingkat I dan II dikabarkan mendukung langkah tersebut, dengan alasan kebijakan Bahlil dianggap merugikan suara Golkar di akar rumput.

Salah satu kebijakan yang menuai kritik adalah wacana terkait gas LPG 3 kg, yang membuat kader Golkar di daerah menjadi sasaran kemarahan masyarakat. “Faksi ini ingin Bahlil segera diganti,” pungkas sumber tersebut.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Manuver Curi Start Jokowi Dinilai Jadi Bom Waktu yang Bisa Merusak Nama Prabowo
Jokowi Temui Penggiat Buruh Migran di Lampung, Bahas Perlindungan PMI
Politik Dua Kaki PDIP Bikin PKB Gelisah, Pengamat: Gerus Posisi Tawar Koalisi
DPW PKB Banten Susun Kepengurusan DPC 2026-2031, Tekankan Keterwakilan Daerah
Dua DPC PPP Tuntaskan Muscab, DPW Papua Barat Daya Siap Perkuat Struktur Partai
Dari Pengabdian Menuju Kemenangan, PKB Lebak Siap Bergerak Lebih Solid dan Dekat dengan Rakyat
Adde Rosi Sebut Keterwakilan Perempuan di DPR Tak Cukup Angka, Perlu Posisi Strategis
Golkar: E-Voting Perlu Kajian Mendalam, Infrastruktur dan Regulasi Matang
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:18 WIB

Manuver Curi Start Jokowi Dinilai Jadi Bom Waktu yang Bisa Merusak Nama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:02 WIB

Jokowi Temui Penggiat Buruh Migran di Lampung, Bahas Perlindungan PMI

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:15 WIB

Politik Dua Kaki PDIP Bikin PKB Gelisah, Pengamat: Gerus Posisi Tawar Koalisi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:57 WIB

DPW PKB Banten Susun Kepengurusan DPC 2026-2031, Tekankan Keterwakilan Daerah

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:12 WIB

Dua DPC PPP Tuntaskan Muscab, DPW Papua Barat Daya Siap Perkuat Struktur Partai

Berita Terbaru

Sekjen Matahukum Mukshin Nasir

Hukum dan Kriminal

Kasus BTS 27 M, KPK Panggil Dito Kasus Haji, Matahukum: Jangan Lolos Lagi

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:23 WIB