Revitriyoso Husodo Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla soal Subsidi BBM

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla .

i

Mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla .

Ikuti kami di Google News

Jakarta – Aktivis 98 sekaligus Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (GERAK 08), Revitriyoso Husodo, menanggapi pernyataan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, terkait kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Revitriyoso mengajak semua pihak untuk mengoptimalkan kemampuan dalam negeri sebagai solusi agar masyarakat tidak menjadi korban dari gejolak harga energi.

 

Menurut Revitriyoso, melalui keterangannya via telepon pada 9 April 2026 di Jakarta, Indonesia masih memiliki potensi migas yang dapat dimaksimalkan. Hal tersebut termasuk pengelolaan sumur-sumur minyak tua untuk meningkatkan lifting dalam hitungan minggu hingga bulan, serta memprioritaskan produksi gas bagi konsumsi dalam negeri. Ia juga menekankan pentingnya negosiasi ulang penjualan gas kepada pihak asing mengingat situasi geopolitik yang mendesak.

 

Dengan langkah tersebut, diharapkan tidak terjadi kelangkaan BBM dan gas di dalam negeri, sekaligus menghindari kontraksi ekonomi pada masa peralihan penggunaan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas dan untuk jangkapanjang kita Bersiap untuk meninggalkan energi Fosil beralih kepada energi baru terbarukan separti enargi surya Geothermal  Biodiesel dan lain sebagainya.

 

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada Mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa dan negarawan. Namun demikian, Revitriyoso menegaskan bahwa dirinya memiliki pandangan berbeda terkait solusi yang sebaiknya ditempuh pemerintah.

 

Sebelumnya, Jusuf Kalla dalam wawancara di kediamannya di Jakarta Selatan pada Minggu (5/4/2026) menyatakan bahwa apabila pemerintah tetap mempertahankan subsidi BBM di tengah kenaikan harga minyak dunia, maka utang pemerintah berpotensi semakin meningkat.

 

“Kita minta agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit dan utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga,” kata Jusuf Kalla.

 

Menutup pernyataannya, Revitriyoso mengingatkan agar tokoh-tokoh bangsa berhati-hati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik, terutama di tengah situasi internasional yang tidak menentu, agar tidak menimbulkan kecemasan di masyarakat dan sebaliknya memberikan kontibusi pemikiran positif agar bangsa dan negara indonesia terlepas dari ekonomi dan enrgi global saat ini.

Penulis : Torop Sihombing

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua
Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat
Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon
48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot
TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI
Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen
Yahya Zaini Pertanyakan Serapan Anggaran hingga Ribuan Temuan di Kementerian Kesehatan
FORMAPPI: UU P2SK Diduga Melemahkan Pemberantasan Korupsi
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:36 WIB

48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI

Berita Terbaru

Dr. Imam Sofian, S.H., M.H.,

Hukum dan Kriminal

Tim Hukum: Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029 Tidak Memenuhi Unsur Makar

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:43 WIB