Bapas Kelas II Bogor Gelar Pelatihan bagi Klien Pemasyarakatan, Begini Kegiatannya

Teras Media

- Penulis

Rabu, 2 Agustus 2023 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Bapas Kelas II Bogor Gelar Pelatihan Untuk Klien Pemasyarakatan membuat sambal kemasan dan kue pie, (Rabu, 2/8/2023)

i

Keterangan foto : Bapas Kelas II Bogor Gelar Pelatihan Untuk Klien Pemasyarakatan membuat sambal kemasan dan kue pie, (Rabu, 2/8/2023)

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.co, BOGOR | Kegiatan pelatihan untuk klien Balai Pemasyarakatan Kelas II Bogor yang dilaksanakan pada Rabu (02/08) berlangsung secara terpadu dan terarah.

Seturut tujuan kegiatan untuk mendorong terciptanya kualitas diri klien Pemasyarakatan yang telah memenuhi syarat yang komprehensif, sehingga kemudian disebut sebagai klien.

Pelatihan yang diikuti sekitar 27 peserta ini merupakan upaya Bapas dalam mewujudkan amanat UU Nomor 22 tahun 2022.

Di dalam perundangan tersebut menyebutkan bahwa sistem pemasyarakatan adalah suatu tatanan mengenai arah dan batas serta metode pelaksanaan fungsi Pemasyarakatan secara terpadu.

Baca Juga : Bapas Kelas II Bogor Gelar Upacara Kenaikan Pangkat

Kepala Bapas (Balai Pemasyarakatan) Kelas II Bogor, Teolina Saragih, menekankan akan fungsi dan tanggung jawab lembaga yang dipimpinnya.

“Secara terjadwal pelatihan dan bimbingan ini tidak hanya berbasis kemandirian, juga pembinaan kepribadian dan mental.” Ujarnya di sela-sela pelatihan.

Kegiatan pelatihan keterampilan ini dimentori oleh Bu Sutarini pemilik usaha Miracle Kitchen dengan antusias mempaparkan proses pembuatan produk andalannya itu.

“Sekurangnya dengan modal Rp50 ribu sampai 100 ribu juga sudah bisa jadi produk berkemasan dan bisa dijual.” Ungkapnya kepada tim Teropongistana.

Para peserta yang didominasi klien Pemasyarakatan yang sedang menjalani masa reintegrasi sosial ini sebagian besar adalah mantan pengguna Narkotika. Seperti yang dipaparkan Nurkomalawati (45 tahun) warga Depok, “dalam masa bersyarat ini, ketika saya pulang, masyarakat masih sebelah mata.

Tapi karena rutin berkegiatan seperti ini, masyarakat berangsur percaya lagi ke saya.” Terang Komala sambil berkreasi membuat kue Pie di tangannya.

Ini Juga : UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi Bogor Gelar Baksos Pengentasan Stunting

Perlu diketahui pula kegiatan pelatihan serta bimbingan kemandirian dan kepribadian klien Bapas Bogor ini setidaknya sampai Agustus ini sudah berjalan intensif.

Mulai dari pelatihan merajut, budidaya tanam anggur dan pembuatan pakan ternak, kegiatan pascarehabilitasi penyalahguna Narkotika, pelatihan pembuatan Bakso Malang.

Teolina turut kembali menegaskan akan fungsi serta tujuan setiap kegiatan dimana baginya hal itu tak semata-mata agar para klien menyadari kesalahannya. Untuk membuat keberadaan mereka kembali di terima masyarakat seutuhnya itu memang tidaklah mudah.

Dalam upaya mewujudkan amanat Undang-undang itu pula, senantiasa peran aktif dan tekad para klien Bapas II Bogor untuk dapat hidup mandiri perlu pengawasan dan pembekalan secara berkala.

Baca Ini : UPT Kumham Bogor Gelar Baksos Pengentasan Stunting Peringati Hari Kemenkumham RI ke-78

Hal ini merupakan bagian dari implementasi Litmas (Penelitian Kemasyarakatan). Di luar aspek pembekalan keterampilan, yang tak kalah menuntut keseriusan para PK (Pembimbing Kemasyarakatan) di Bapas II Bogor. Bagi Teolina, pekerjaan di bidang ini juga bernilai ibadah.

Sejumlah PK di Bapas Bogor ini turut pro aktif dalam kegiatan pelatihan tersebut. Memberi motivasi dan mengoptimasi fungsi kerja yang multidimensional.

Tak hanya hadir di level pendampingan, pula harus bersikap egaliter layaknya teman, agar para klien secara psikologis dapat merasakan adanya kekerabatan dan penerimaan yang baik atas semua proses bimbingan yang dilaksanakan secara terpadu.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

GAMMA Resmi Layangkan Surat Audiensi ke Inspektorat Lebak, Kawal Serius Temuan BPK Soal Kelebihan Bayar
Terindikasi Mark Up dan Proyek Fiktif di Banten, P3B Minta KPK Bertindak
BCW Tegaskan: Kematian Dua Anak di Proyek KSCS Lebak Adalah Kelalaian Pidana
Anggaran Fantastis, Kualitas Dipertanyakan: GAMMA Kritik Proyek Jalan Rangkasbitung–Gajrug
Amanah Baru di Wilayah Strategis, Pradhana Probo Setyarjo Jadi Kajari Tangerang
GMBI Desak Kejari Lebak Tindaklanjuti Temuan BPK di PUPR, King Naga Beri Ultimatum 7×24 Jam
Kecelakaan Beruntun di Lebak, King Naga Soroti Sikap Tak Manusiawi Pengemudi Xpander
LBH Bogor Buka Posko Pengaduan Konsumen Vivo Mall Sentul
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:35 WIB

GAMMA Resmi Layangkan Surat Audiensi ke Inspektorat Lebak, Kawal Serius Temuan BPK Soal Kelebihan Bayar

Kamis, 16 April 2026 - 10:42 WIB

Terindikasi Mark Up dan Proyek Fiktif di Banten, P3B Minta KPK Bertindak

Rabu, 15 April 2026 - 16:50 WIB

BCW Tegaskan: Kematian Dua Anak di Proyek KSCS Lebak Adalah Kelalaian Pidana

Rabu, 15 April 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Fantastis, Kualitas Dipertanyakan: GAMMA Kritik Proyek Jalan Rangkasbitung–Gajrug

Selasa, 14 April 2026 - 22:56 WIB

Amanah Baru di Wilayah Strategis, Pradhana Probo Setyarjo Jadi Kajari Tangerang

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir menggunakan baju hitam, Selasa (11/9/2023)

Hukum dan Kriminal

Soroti Tender Rp121 M, Mukhsin Nasir: KPK Periksa Menag

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:49 WIB