Lambatnya Pendistribusian Pupuk, Aktivis Minta DPKP Tangerang Segera Turun Tangan 

Teras Media

- Penulis

Jumat, 7 Oktober 2022 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus setiawan Ketua SEMMI Kabupaten Tangerang.

i

Agus setiawan Ketua SEMMI Kabupaten Tangerang.

Ikuti kami di Google News

Lambatnya Pendistribusian Pupuk, Aktivis Minta DPKP Tangerang Segera Turun Tangan 
Lambatnya Pendistribusian Pupuk, Aktivis Minta DPKP Tangerang Segera Turun Tangan  I Teras Media
Agus setiawan Ketua SEMMI Kabupaten Tangerang.

Terasmedia.co, Tangerang – Aktivis Sukadiri Agus Setiawan soroti pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Tangerang. Pasalnya sejumlah petani keluhkan pendistribusian pupuk bersubsidi itu yang dinilai lambat dan ribet prosesnya.

“Sedangkan para petani itu membutuhkan pupuk dari waktu nandur, dan penyiraman pupuk biasanya 20 hari atau maksimal 1 bulan harus di kasih pupuk sedangkan ini udah waktunya pemupukan tapi belum mendapatkan pupuk,” jelas Agus

Agus pun menilai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang belum mampu atasi persoalan pupuk bersubsidi yang masih terjadi polemik di bawah bagi para petani. Padahal Keterlambatan pupuk terhadap petani sangat berdampak dan mengancam produksi tanaman pangan meruginya para petani.

Baca jugaProyek P3-TGAI di Desa Gunung Sari Mauk Diduga Abaikan Undang  undang KIP

 

Baca jugaBudidaya Ikan Lele di Desa Sukadiri Butuh Perhatian Pemerintah

“Pemerintah Kabupaten Tangerang harus segera atasi persoalan pupuk bersubsidi yang kian dikeluhkan para petani. Pemerintah harus menyediakan subsidi pupuk dengan cepat jumlah dan tepat waktu dalam rangka memenuhi swabada,” kata Agus yang juga Ketua Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Tangerang kepada wartawan Jum’at (7/10/2022).

Lanjut Agus menjelaskan bukan hanya keterlambatan pupuk, petani juga mengeluhkan pendistribusian pupuk yang kadang disalurkan tidak tepat sasaran yang pada akhirnya petani saling berebut.

“Yang punya kartu taninya aja susah mendapatkan pupuknya dari agen alasanya agen tersebut belum ada kartu geseknya jadi belum bisa di ambil,” ujar Agus menirukan keluh petani kepada wartawan.

Menanggapi polemik tersebut, Agus meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang harus segera mengambil langkah dan memperbaiki sistem yang efektip dan tepat guna sehingga program tersebut dapat dirasakan manfa’atnya secara langsung bagi para petani

“Petani yang pada akhirnya bisa meningkatkan produktivitas dan meningkatkan taraf ekonomi para petani itu sendiri,”pungkasnya
(4r)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Acara Musik Kampus, Mahasiswa Hukum Uniba Laporkan Kasus ke Polisi
SPMB Banten Bersih, Andra Soni: Sekolah Gratis Solusi Kuota Terbatas
CBA Minta Kejati Banten Selidiki Anggaran Seragam Dinas Kabupaten Tangerang Rp15,7 M
KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang
Slag B3 Dibuang Liar di Serang: BCW Endus Kongkalikong Korporasi dan Oknum
KPN Soroti Anggaran Hotel DPRD Kabupaten Tangerang Rp23 M: Antara Kuasa dan Kemiskinan
PT Kristalin Ekalestari Serahkan Rumah Baru ke Warga Nabire, Klaim Sudah Puluhan Unit
Jangan Cuma Jadi Penonton, Hotel Grand Keisha Diminta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:29 WIB

Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Acara Musik Kampus, Mahasiswa Hukum Uniba Laporkan Kasus ke Polisi

Senin, 1 Juni 2026 - 00:01 WIB

SPMB Banten Bersih, Andra Soni: Sekolah Gratis Solusi Kuota Terbatas

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:50 WIB

CBA Minta Kejati Banten Selidiki Anggaran Seragam Dinas Kabupaten Tangerang Rp15,7 M

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:44 WIB

Slag B3 Dibuang Liar di Serang: BCW Endus Kongkalikong Korporasi dan Oknum

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:36 WIB

KPN Soroti Anggaran Hotel DPRD Kabupaten Tangerang Rp23 M: Antara Kuasa dan Kemiskinan

Berita Terbaru