Bawaslu Kota Tangerang Tertibkan APK Partai Yang Terpasang Liar

Teras Media

- Penulis

Jumat, 15 Desember 2023 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.Co, Kota Tangerang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang tertibkan atribut Alat Peraga Kampanye (APK) peserta Pemilu yang terpasang liar karena dianggap melanggar aturan secara serentak di Delapan Kecamatan, Jumat (14/12/2023) pagi.

Ke Delapan Kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Karawaci, Tangerang, Pinang, Cipondoh, Larangan, Karang Tengah, Ciledug dan Cibodas. APK yang ditertibkan tersebut pun beragam. Mulai dari banner, spanduk, poster, bendera, umbul-umbul dan lainnya.

Ketua Bawaslu Kota Tangerang Komarullah mengatakan, penertiban APK liar alias yang melanggar ketentuan itu dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Bawaslu, Panwaslu masing-masing Kecamatan dengan menggandeng Satpol PP dan Trantib Kecamatan.

“Hari ini penertiban dilakukan serentak di Delapan Kecamatan tersebut. Besok, hari Sabtu (15/12/2023) penertiban dilakukan di Lima Kecamatan,” kata Komarullah.

Senada, Kordiv Pencegahan, Parmas & Humas, Bawaslu Kota Tangerang Faridal Arkam Machus mengatakan penertiban tersebut sesuai PKPU no 15 yakni tempat-tempat yang dilarang.

”Hari ini kita turun langsung bersama, pol PP dan di bantu pihak Polres dan Polsek se-kota Tangerang. Sebelumnya Bawaslu Kota Tangerang sudah mengeluarkan himbauan kepada peserta pemilu untuk tidak memasang APK di tempat yang dilarang, salah satunya itu adalah di pohon,” ucap Farid.

Diketahui, dalam Pasal 70 dan 71 PKPU disebutkan juga sejumlah tempat umum yang dilarang dipasang alat peraga kampanye, seperti rumah sakit atau tempat layanan kesehatan, dan tempat pendidikan antara lain di gedung atau halaman sekolah/perguruan tinggi.

“Di hari pertama penurunan serentak ini kita belum ada laporan identifikasi soal hasil jumlah APK yang sudah diturunkan. Kita tidak berat sebelah, artinya semua apk yang melanggar kita tertibkan tanpa pandang bulu,” tegas Farid.

Pemasangan APK liar ini pun dinilai melanggar Peraturan daerah (Perda) Kota Tangerang, karena merusak pemandangan Kota. Tertulis dalam PERDA Kota Tangerang No. 8 Tahun 2018 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat dalam pasal 25 dan 73

Pasal 73

(1) Setiap orang dilarang menempatkan atau memasang lambang, simbol, bendera, spanduk, umbul-umbul, maupun atribut-atribut lainnya pada pagar pemisah jalan, jembatan penyebrangan, halte, terminal, taman, tiang listrik, menara telekomunikasi dan tempat umum lainnya.

Pasal 25

(1) Setiap orang dilarang :
a. Mengotori dan/atau merusak jalan, trotoar, jalur hijau, taman, perlengkapan jalan serta fasilitas umum lainnya.

d. Menjemur, memasang, menempelkan atau menggantungkan benda- benda di jalan, jalur hijau, taman dan tempat umum lainnya.

g. Menempelkan selembaran, poster, slogan, pamflet, kain bendera atau kain bergambar, spanduk dan sejenisnya pada pohon, rambu-rambu lalu lintas, lampu-lampu penerangan jalan, taman-taman rekreasi, telepon umum dan pipa-pipa air.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Terindikasi Mark Up dan Proyek Fiktif di Banten, P3B Minta KPK Bertindak
Bupati dan Kapolres Menolak, Arema vs Persebaya Hampir Pasti Batal
Ujung Kulon Terancam, Arif Rahman: Paru-Paru Dunia Butuh Perhatian
Optimisme Tinggi! Herman Khaeron dan Anton Suratto Pastikan Jabar Tetap Juara
Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Gagap Data Anggaran, Menteri Pariwisata Layak Di-Reshuffle
Kumpulan Catatan Pembuktian Persidangan Perdata Perkara CMNP Lawan Hary Tanoe dan MNC, Begini Faktanya
Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia, dan Menhan ke US. PROJO : Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 10:42 WIB

Terindikasi Mark Up dan Proyek Fiktif di Banten, P3B Minta KPK Bertindak

Kamis, 16 April 2026 - 09:46 WIB

Bupati dan Kapolres Menolak, Arema vs Persebaya Hampir Pasti Batal

Kamis, 16 April 2026 - 07:24 WIB

Ujung Kulon Terancam, Arif Rahman: Paru-Paru Dunia Butuh Perhatian

Kamis, 16 April 2026 - 01:37 WIB

Optimisme Tinggi! Herman Khaeron dan Anton Suratto Pastikan Jabar Tetap Juara

Rabu, 15 April 2026 - 22:55 WIB

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati

Berita Terbaru