Sisa Masa Jabatan, GMNI Sebut Walikota Gagal dan Boros Anggaran

Teras Media

- Penulis

Selasa, 19 Desember 2023 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.Co, Kota Tangerang – Masa Jabatan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang akan mengakhiri jabatan dipertengahan Desember tahun 2023. Disisa masa jabatannya, orang nomor satu di Kota Tangerang ini dinilai masih gagal dalam menunaikan program unggulan yang digembor-gemborkan saat kampanye di tahun 2018.

Menurut Ketua GMNI Kota Tangerang, Reza Setiawan menegaskan, bahwa ada beberapa janji kampanye Arief yang belum direalisasikan. Kalaupun sudah ada yang dikerjakan, menurutnya, bisa dibilang gagal lalu adanya pemborosan anggaran dimasa akhir jabatan yang kurang bermanfaat.

“Kalau ditanya apa janji yang belum direaslisasi ya banyak salah satunya janji peningkatan SDM, Pendidikan, Kesehatan, Sarana Prasarana,” kata Reza, Senin (18/12/2023).

Dirinya mencatat, janji kampanye Arief – Sachrudin bisa dibilang gagal total seperti meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana kota yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Pasalnya, hari ini diketahui sarana prasarana yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan bertolak belakang dengan keadaan taman-taman yang di biarkan hancur tidak terurus, sedangkan RTH yang belum mencapai 30% sesuai dengan aturan yang berlaku, serta keterbukaan informasi publik yang belum masif dengan laporan yang jarang sekali di upload di website kota Tangerang pada penggunaan APBD tahun 2022- 2023.

“Kalau memang meningkatkan pembangunan sarana prasarana yang berkanjutan harusnya taman- taman yang dibangun sebagai prasarana masyarakat untuk tempat olahraga ataupun rekreasi murah meriah dirawat bukan malah diabaikan. Ya .. walaupun itu mendapatkan bantuan dari perusahaan (CSR) tetap itu harus dirawat. Lalu melihat kondisi Kota Tangerang yang beberapa bulan terakhir juga memiliki tingkat polusi udara yang cukup tinggi karena kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Tangerang. Lalu kita lihat lagi transparansi penggunaan anggaran APBD pada tahun 2022-2023 yang jarang sekali di upload tepat waktu sehingga menjadi pertanyaan di masyarakat,” jelas Reza.

Ditambahkan Reza, persoalan angka kemiskinan di Kota Tangerang juga masih tinggi sehingga, perlu adanya prioritas utama dalam menekan persoalan kemiskinan di Kota Tangerang.

“Angka kemiskinan Kota Tangerang tahun 2022 berada pada urutan keempat untuk kabupaten atau kota di Banten. bagaimana sikap pemerintah Kota Tangerang yang hari ini malah lebih fokus kepada kegiatan kegiatan seremonial masa akhir jabatan walikota dan wakil walikota bukan intropeksi diri terhadap tugas tugas dan janji janjinya pada masa kampanye 2018 silam,” imbuhnya.

Reza pun berharap, dalam masa akhir jabatan jangan sampai walikota dan walikota malah di anggap hura- hura dalam melaksanakan kegiatan seremonial berturut- turut pada akhir tahun dan akhir jabatan. Menututnya hal tersebut kurang efektif dan kurang bermanfaat kepada masyarakat.

“Saya hanya berharap kepada pak Arif dan pak Sachrudin yang mau habis masa jabatannya jangan terlalu riang dan gembira dengan melaksanakan kegiatan seremonial berturut – turut yang menghabiskan anggaran cukup besar tanpa melihat asas manfaat dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat Kota Tangerang. Masa akhir ini jangan dijadikan sebuah closing ceremony seperti kegiatan tetapi menjadi intropeksi diri karena masih adanya tugas tugas yang belum tuntas!,” tandas Reza Setiawan. (*)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang
CBA Soroti Utang PLN Tembus Rp804 T
Pembahasan RUU Pemerintahan Aceh Tuntas, DPR Tunggu Surpres Presiden
SPPG Langkat: Yayasan dan BGN Sumut Sulit Dihubungi, Korban Kecelakaan Kerja Belum Terima Hak Santunan
Jaksa Agung: Kurban Sarana Pererat Persaudaraan dan Kepedulian Sosial
Anugerah Komisi Kejaksaan: Kejari Jakpus Terbaik di Kategori Tipe A
Bantah Isu Digelapkan, Kejaksaan Agung Hancurkan Barang Bukti Palsu Milik Jimmy Sutopo
JAM INTEL dan KKP Bersinergi, Pastikan Pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Bebas Hambatan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:15 WIB

Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:14 WIB

CBA Soroti Utang PLN Tembus Rp804 T

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:34 WIB

Pembahasan RUU Pemerintahan Aceh Tuntas, DPR Tunggu Surpres Presiden

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:23 WIB

SPPG Langkat: Yayasan dan BGN Sumut Sulit Dihubungi, Korban Kecelakaan Kerja Belum Terima Hak Santunan

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:22 WIB

Jaksa Agung: Kurban Sarana Pererat Persaudaraan dan Kepedulian Sosial

Berita Terbaru

Keterangan foto : Gedung KPK, Jumat (14/4/2023)

Hukum dan Kriminal

KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:43 WIB