Langkah Smart Presiden Gantikan Pembuat Gaduh Kepala Babi Oleh Mensesneg

Teras Media

- Penulis

Kamis, 17 April 2025 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Presiden Prabowo Subianto, Kamis (17/4/2025)

i

Keterangan foto : Presiden Prabowo Subianto, Kamis (17/4/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Pengamat Politik, Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyebut langkah cerdas Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebagai Juru Bicara (Jubir) Presiden. Menurut Jerry, penunjukan Prasetyo sebagai Jubir karena pernyataan blunder dari Hasan Nasbi yang membuat gaduh menanggapi teror kepala babi kepada wartawan Tempo.

“Langkah cerdas pembuat gaduh kepala babi digantikan posisinya oleh Mensesneg Praseno Hadi . Saya kira langkah smart Presiden Prabowo dengan mengganti jubir presiden yang dipegang Hasan Nasbi, ” Kata Pengamat Politik, Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie lewat pesan WhatsAapnya, Kamis (17/4/2025)

Jerry membenarkan, kalau Mensesneg dipegang Jubir malah lebih afdol. Kata Jerry, pada era Presiden ke-2 Soeharto saja memakai Moerdiono sebagai Jubirnya yang juga kala itu menjabat sebagai Mensesneg.

“Dari pada blunder terus maka sangat layak Hasan diganti. Ini memberi sinyal Prabowo tegas dan tak main-main. Memang jubir itu tipikal Prasetyo yang tenang dan berwibawa. Relax, easy going dan easy listening,” ucap Jerry.

“Lebih baik memang Prasetyo Hadi yang sangat dekat cukup lama dengan Prabowo. Jadi otomatis lebih mengenal dekat kepribadian Prabowo. Kan Hasan ini jubir Jokowi 2024 lalu, jadi tak ada persoalan jika ada pergeseran. Jadi saat ini Prabowo memilih orangnya sendiri,” tambah pria cepak berambut pirang tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Hasan Nasbi menjadi sorotan usai pernyataannya dalam menanggapi teror kepala babi. Dia menanggapi teror itu dengan berkelakar menggunakan kalimat “dimasak saja”, alih-alih mengecam.

“Sudah dimasak saja, sudah dimasak saja,” ucap dia.

Hasan meminta masalah itu tidak dibesar-besarkan mengingat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen terhadap kebebasan pers.

“Ada yang dihalang-halangi bikin berita? Kalau enggak ada yang dihalang-halangi bikin berita, itu artinya kebebasan pers kita bagus. Ada yang di-setop buat bikin berita dan wawancara? Enggak ada. Itu artinya kebebasan pers kita bagus,” beber Hasan.

Ada yang takut enggak sekarang bikin berita? Ada yang dihalang-halangi enggak untuk liputan di Istana? Kan enggak. Itu artinya nggak ada kebebasan pers yang dikekang. Kayak misalnya Tempo masih boleh menulis berita enggak? Boleh kan? Masih boleh siaran Bocor Alus enggak? Tetap boleh kan? Itu artinya pemerintah enggak ikut campur sama sekali, enggak ganggu sama sekali,” tambah dia.

Sekedar informasi, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebagai Juru Bicara (Jubir) Presiden. Prasetyo menyampaikan, penunjukan ini berkaitan dengan tugas dan fungsinya sebagai Mensesneg.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

SOKSI Hidupkan Kembali Program P2KB untuk Perkuat Kaderisasi Jelang Pemilu 2029
Izin Dicabut tapi Tetap Beroperasi, Kejagung Bongkar Rekayasa Dokumen Ekspor PT AKT
52 Penerbangan Terdampak Gangguan Sinyal, DPR: Bahaya Fatal Ancam Keselamatan
Wacana Sanksi Blacklist dan Pembatasan Uang Tunai, Doli: Demi Pemilu Berintegritas
Pasokan Ikan Nasional Terancam, Firman Soebagyo Dorong Solusi Pemerintah
Ngerih Bener, PAN Banten Bidik Tiga Besar Pemilu 2029
Arif Rahman: Konsolidasi Kunci Kesiapan NasDem Hadapi Dinamika Politik
Sari Yuliati Serahkan PIP di Mataram: Semua Anak Berhak Masa Depan Cerah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:39 WIB

SOKSI Hidupkan Kembali Program P2KB untuk Perkuat Kaderisasi Jelang Pemilu 2029

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Izin Dicabut tapi Tetap Beroperasi, Kejagung Bongkar Rekayasa Dokumen Ekspor PT AKT

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:26 WIB

52 Penerbangan Terdampak Gangguan Sinyal, DPR: Bahaya Fatal Ancam Keselamatan

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:30 WIB

Wacana Sanksi Blacklist dan Pembatasan Uang Tunai, Doli: Demi Pemilu Berintegritas

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:16 WIB

Pasokan Ikan Nasional Terancam, Firman Soebagyo Dorong Solusi Pemerintah

Berita Terbaru