Asuransi Central Asia Menang Mencurigakan Dua Tender di Kota Bogor, GSBK Minta Kejagung Turun Tangan

Teras Media

- Penulis

Kamis, 26 Juni 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Kordinator Nasional GSBK, Febri Yohansyah, kepada media, Kamis (26/6/2025).

i

Keterangan foto : Kordinator Nasional GSBK, Febri Yohansyah, kepada media, Kamis (26/6/2025).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Perusahaan Asuransi Central Asia (ACA) yang beralamat di Jalan Siliwangi, Kota Bogor, tercatat meraup pendapatan senilai Rp2,15 miliar dari dua tender asuransi yang diselenggarakan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor selama tahun 2025. Hal ini menuai sorotan tajam dari Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK), yang menilai adanya kejanggalan dalam proses lelang.

“Kami mencium adanya indikasi permainan dalam proyek asuransi gedung dan kendaraan milik daerah yang selalu dimenangkan oleh ACA. Ini perlu diselidiki oleh Kejaksaan Agung,” ujar Kordinator Nasional GSBK, Febri Yohansyah, kepada media, Kamis (26/6/2025).

Menurut Febri, lelang asuransi kendaraan bermotor milik daerah yang digelar BKAD diikuti oleh lima perusahaan. Namun, hanya satu perusahaan yang mengajukan penawaran, yaitu ACA, dan langsung dimenangkan dengan nilai kontrak sebesar Rp1.155.462.496.

“Sangat aneh, lima perusahaan ikut lelang tapi cuma satu yang ajukan penawaran harga. Dan selalu saja yang menang itu ACA,” tegasnya.

Sementara itu, dalam lelang asuransi gedung milik daerah, terdapat 12 peserta, namun hanya dua yang mengajukan penawaran harga, yakni ACA dan PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967. ACA kembali memenangkan tender dengan nilai kontrak Rp955.018.670. Bumiputera Muda dinyatakan gugur karena tidak memenuhi syarat aset minimum senilai Rp13,5 triliun, sedangkan mereka hanya memiliki aset Rp824,85 miliar.

“Persyaratan aset minimum seperti ini diduga menjadi alat kunci untuk memenangkan ACA. Ini harus diusut tuntas, apakah ada unsur pengkondisian atau favoritisme di balik kemenangan beruntun tersebut,” tambah Febri.

GSBK secara resmi meminta Kejaksaan Agung untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap proses pengadaan jasa asuransi di BKAD Kota Bogor tahun 2025 ini.

“Jangan sampai aset dan uang rakyat dikorbankan demi kepentingan kelompok tertentu,” pungkas Febri.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026
Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP
Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung
Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan
Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang
Wabup Intan Hadiri Penen Jagung Serentak Kuartal II Polres Metro Tangsel
Kodim 0601 Pandeglang Hadiri Launching 1.061 Titik KDKMP, Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
LSM WGAB Soroti Dugaan Penimbunan Kayu Ilegal di Moswaren, APH Diminta Segera Bertindak
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:57 WIB

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:53 WIB

Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru