Lewat Lagu Ciptaan Sendiri, Warga Binaan Lapas Ciamis Tebar Semangat Perubahan

Avatar photo

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Ciamis – Sebuah momen penuh makna dan harapan tercipta di Lapas Kelas IIB Ciamis. Warga binaan di lembaga pemasyarakatan tersebut secara resmi meluncurkan karya lagu ciptaan mereka sendiri, Senin (18/5/2026).

Peluncuran karya musik ini menjadi langkah nyata bahwa masa pembinaan dapat diisi dengan kegiatan positif, kreatif, dan bermanfaat, meski berada dalam keterbatasan sebagai warga binaan.

Acara berlangsung dalam suasana haru namun penuh semangat. Lagu yang diluncurkan bukan sekadar rangkaian nada dan lirik, melainkan cerminan perasaan, pengalaman hidup, serta tekad kuat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, kepada wartawan menjelaskan bahwa pembuatan lagu tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian dan seni budaya bagi warga binaan.

“Kami berharap melalui karya musik dan lagu ini, warga binaan dapat menyalurkan ekspresi positifnya. Selain itu, ini juga menjadi sarana edukasi dan motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri serta memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan kelak saat kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas.

Lagu bertajuk Mudik tersebut mengusung aransemen musik modern dengan lirik yang menyentuh hati. Lagu ini menceritakan perjalanan hidup, penyesalan, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.

Proses pembuatannya melibatkan langsung kemampuan warga binaan pemasyarakatan, mulai dari penulisan lirik, komposisi musik, hingga pengisian vokal. Seluruh proses dilakukan dengan pendampingan petugas dan instruktur pembinaan.

Peluncuran lagu ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi para penciptanya, tetapi juga bagi jajaran Lapas Kelas IIB Ciamis dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yakni memulihkan hubungan sosial dan mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan bermanfaat.

Karya tersebut kini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus pengingat bahwa harapan dan kreativitas tidak pernah terbatasi oleh dinding pembatas, melainkan tumbuh dari ketulusan hati dan keinginan kuat untuk berubah menjadi lebih baik

Penulis : Lili Romli

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kasus Nelayan Raja Ampat, Kuasa Hukum Pertanyakan Tuntutan JPU Kejati Papua Barat
Proyek Jalan Sisi Cisadane Timur Disorot, Warga Batusari Duga Ada Pelanggaran RKL-RPL
KOSMAK Desak Kejagung Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Sawit Rp176,1 Triliun
Gunakan Surat Perintah Perkara Prostitusi untuk Tangkap Gabriel, LBH Peradi Lapor ke Propam
GSBK Soroti Sitaan Rp42,5 Miliar Kasus KPR Fiktif BTN Karawang: Kerugian Rp237 Miliar, Sisanya Dipertanyakan
Komite Pemantau MBG: Laporan ke Banyak Instansi Hanya Dibalas Surat, Negara Tak Hadir
Tim Hukum: Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029 Tidak Memenuhi Unsur Makar
Ditresnarkoba Polda PBD Gagalkan Peredaran Sabu Lintas Provinsi
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:30 WIB

Kasus Nelayan Raja Ampat, Kuasa Hukum Pertanyakan Tuntutan JPU Kejati Papua Barat

Jumat, 11 September 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Sisi Cisadane Timur Disorot, Warga Batusari Duga Ada Pelanggaran RKL-RPL

Jumat, 11 September 2026 - 16:21 WIB

KOSMAK Desak Kejagung Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Sawit Rp176,1 Triliun

Jumat, 11 September 2026 - 09:56 WIB

Gunakan Surat Perintah Perkara Prostitusi untuk Tangkap Gabriel, LBH Peradi Lapor ke Propam

Kamis, 10 September 2026 - 20:20 WIB

GSBK Soroti Sitaan Rp42,5 Miliar Kasus KPR Fiktif BTN Karawang: Kerugian Rp237 Miliar, Sisanya Dipertanyakan

Berita Terbaru