Sosok Aepdinlan Soroti Istilah Kata Omon-omon di Cimanggu Ngamprah

Teras Media

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bandung Barat – Aepdinlan menyoroti Istilah Omon-omon sempat ramai dibahas di media sosial yang merupakan plesetan ‘omong-omong’ bermakna jangan cuma ngomong doang. Istilah ini sempat ramai pada tahun 2024 ketika pemilihan presiden.

Menurutnya, istilah omon-omon itu bisa jadi memang benar adanya, ada disekitar kehidupan sehari-hari .

“Saya menyimak dan ingat kalimat tersebut dilontarkan pak Prabowo dalam debat capres ketiga di Istora Senayan dalam sebuah tayangan debat pilpres pada 7 Januari 2024 lalu,” ujarnya, Senin (29/8/2025).

Ia juga terkadang mengkritik konstruktif. karena, kata Dia, memang dibutuhkan namun harus disertai solusi, bukan menyudutkan, itu kembali pada level pemahaman orangnya,

“Saya juga suka kritik dan dikritik, mengkritik dan menerima kritik balik bagian dari dewasa dalam berpikir dan bersikap sarana bertukar sudut pandang untuk evaluasi.” katanya

Meskipun sudah berganti presiden dari Jokowi ke Prabowo, tambah Aepdinlan, namun yang terdepan melayani masyarakat tetap struktur pemerintahan dibawahnya.

“Misal sebuah pemerintahan ditingkat Desa, RW hingga RT meskipun diperpanjang masa jabatannya atau bahkan sudah berniat menyiapkan untuk dua periode menjadi kepala desa.” tambahnya

Menurutnya, jika bermodalkan program omon-omon, tidak akan mampu mensejahterakan dan menyelesaikan permasalahan di masyarakatnya.

“Kalau pinjam kalimat pak Prabowo, Kalau bener masuk akal saya setuju, kalau omon-omon ya kumaha?, di daerah saya semoga tidak demikian, semoga dijauhkan dari hal-hal yang bersifat omon-omon.” pungkasnya

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama
Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni
Dualisme Aturan dan Agen Ilegal, Masalah Pelaut Indonesia Belum Usai
Rekor Gila! Baru 6 Hari Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman Langsung Digiring Kejagung
Skandal Intervensi Tambang Nikel, Kejagung Tahan HS di Salemba
Soroti Tender Rp121 M, Mukhsin Nasir: KPK Periksa Menag
Terindikasi Mark Up dan Proyek Fiktif di Banten, P3B Minta KPK Bertindak
Bupati dan Kapolres Menolak, Arema vs Persebaya Hampir Pasti Batal
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 22:16 WIB

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 April 2026 - 21:00 WIB

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 April 2026 - 19:19 WIB

Dualisme Aturan dan Agen Ilegal, Masalah Pelaut Indonesia Belum Usai

Kamis, 16 April 2026 - 19:06 WIB

Rekor Gila! Baru 6 Hari Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman Langsung Digiring Kejagung

Kamis, 16 April 2026 - 11:49 WIB

Soroti Tender Rp121 M, Mukhsin Nasir: KPK Periksa Menag

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Ombudsman periode 2026-2031, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 Apr 2026 - 22:16 WIB

Keterangan foto : Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:00 WIB