Ketua Komisi IV DPRK Sorong: Pemuda Adalah Motor Perubahan

Teras Media

- Penulis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto/Dok: Mohammad Saman Bugis S.Sos, DPRK Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

i

Foto/Dok: Mohammad Saman Bugis S.Sos, DPRK Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Kota Sorong – Mohammad Saman Bugis S.Sos, atau yang akrab disapa MSB, menjadi salah satu wajah muda yang kini duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sorong periode 2024-2029. Politisi muda dari Partai NasDem ini dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan daerah dan pemberdayaan pemuda di Kota Sorong.

Sejak bergabung dengan Partai NasDem pada tahun 2019, MSB menunjukkan kiprah politik yang konsisten dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Ia dikenal dekat dengan kalangan pemuda dan aktif menjembatani aspirasi mereka agar bisa diterjemahkan menjadi kebijakan nyata di tingkat daerah.

Sebelum masuk dunia politik, MSB sudah dikenal luas sebagai aktivis muda yang aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Pengalaman panjang itu membentuk karakter kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan memiliki semangat kuat memperjuangkan kepentingan masyarakat bawah.

Sebagai anggota DPRK, MSB menegaskan bahwa perjuangannya di parlemen bukan semata-mata tentang politik, melainkan tentang keberpihakan terhadap masyarakat dan generasi muda. Ia percaya bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan Kota Sorong yang lebih maju dan sejahtera.

“Pemuda adalah motor perubahan. Suara mereka harus hadir di ruang kebijakan. Saya berkomitmen menjadikan DPRK sebagai tempat di mana aspirasi pemuda bisa benar-benar diperjuangkan,” tegas MSB dalam keterangannya, Sabtu (18/10/2025).

Kini, MSB dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRK Kota Sorong, komisi yang bermitra langsung dengan Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Sosial, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat. Melalui komisi ini, ia fokus memperkuat sinergi antara DPRK dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pemuda.

Dalam berbagai kegiatan, MSB aktif turun ke lapangan bertemu dengan organisasi kepemudaan, komunitas sosial, serta tokoh masyarakat. Ia menilai, keterlibatan langsung dengan masyarakat adalah cara terbaik untuk memahami persoalan dan mencari solusi bersama.

“Saya selalu terbuka terhadap saran dan masukan dari masyarakat, khususnya pemuda. Kita harus terus bergerak bersama agar Sorong bisa berkembang dengan potensi yang dimiliki generasi mudanya,” ujar MSB menutup pembicaraan dengan optimisme.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Acara Musik Kampus, Mahasiswa Hukum Uniba Laporkan Kasus ke Polisi
SPMB Banten Bersih, Andra Soni: Sekolah Gratis Solusi Kuota Terbatas
CBA Minta Kejati Banten Selidiki Anggaran Seragam Dinas Kabupaten Tangerang Rp15,7 M
KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang
Slag B3 Dibuang Liar di Serang: BCW Endus Kongkalikong Korporasi dan Oknum
KPN Soroti Anggaran Hotel DPRD Kabupaten Tangerang Rp23 M: Antara Kuasa dan Kemiskinan
PT Kristalin Ekalestari Serahkan Rumah Baru ke Warga Nabire, Klaim Sudah Puluhan Unit
Jangan Cuma Jadi Penonton, Hotel Grand Keisha Diminta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:29 WIB

Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Acara Musik Kampus, Mahasiswa Hukum Uniba Laporkan Kasus ke Polisi

Senin, 1 Juni 2026 - 00:01 WIB

SPMB Banten Bersih, Andra Soni: Sekolah Gratis Solusi Kuota Terbatas

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:50 WIB

CBA Minta Kejati Banten Selidiki Anggaran Seragam Dinas Kabupaten Tangerang Rp15,7 M

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:44 WIB

Slag B3 Dibuang Liar di Serang: BCW Endus Kongkalikong Korporasi dan Oknum

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:36 WIB

KPN Soroti Anggaran Hotel DPRD Kabupaten Tangerang Rp23 M: Antara Kuasa dan Kemiskinan

Berita Terbaru