Jaga Peradaban Bangsa, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Peringati Hari Santri Nasional

Teras Media

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Asep Dedi, Wakil DPRD Kabupaten Bandung Barat.

i

Keterangan foto: Asep Dedi, Wakil DPRD Kabupaten Bandung Barat.

Ikuti kami di Google News

Terasmesia.co Bandung – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap 22 Oktober menjadi momentum refleksi dan kebangkitan bagi dunia pesantren. Bagi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat, Asep Dedi, peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat kuat akan peran santri sebagai penjaga moral dan penggerak peradaban bangsa.

“Pesantren adalah gerbang menuju peradaban, dan santri di dalamnya adalah calon-calon pemimpin masa depan,” ujar Asep Dedi yang akrab dipanggil Kang Asded ini, Rabu (22/10/2025).

Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, HSN tahun ini diharapkan menjadi semangat baru bagi para santri untuk terus berperan aktif dalam menjaga nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan di tengah arus modernisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Asded menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pesantren. Ia menyinggung insiden di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, sebagai pengingat agar pemerintah pusat dan daerah lebih serius memperhatikan kondisi pesantren, termasuk di KBB.

“Visi misi Pemkab Bandung Barat yang tertuang dalam RPJMD yakni AMANAH dengan poin Agamis harus menjadi panduan konkret dalam setiap kebijakan keagamaan, terutama yang menyangkut kehidupan kepesantrenan,” tegas politisi PKB ini.

Untuk memperkuat hal itu, ia mendorong Pemkab Bandung Barat segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pesantren sebagai bentuk komitmen nyata.

“Langkah ini sangat strategis, karena Bandung Barat termasuk dalam 10 besar kabupaten dengan jumlah pesantren terbanyak di Jawa Barat. Artinya, pesantren punya peran besar dalam membentuk karakter masyarakat,” jelasnya.

Selain mendorong kebijakan konkret, Kang Asded juga menyoroti isu miring yang sempat dilayangkan salah satu stasiun televisi terhadap budaya pesantren. Ia menilai tuduhan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi adab dan ilmu pengetahuan.

“Pesantren adalah ruang suci tempat lahirnya manusia beradab. Menyerangnya sama saja dengan menyerang akar moralitas bangsa,” ujarnya tegas.

Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi, ia menekankan pentingnya peran santri sebagai penjaga akhlak dan moral bangsa.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang rakyatnya masih terjaga akhlak dan moralitasnya,” tambahnya.

Kang Asded menegaskan komitmennya, baik secara pribadi maupun sebagai pimpinan DPRD KBB, untuk terus mendorong peningkatan sarana prasarana serta kualitas sumber daya manusia di pondok pesantren.

“Tujuannya jelas, agar santri mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa,” katanya.

Menutup pesannya, ia mengajak seluruh santri dan pengasuh pesantren di Bandung Barat untuk terus bersinergi, menjaga marwah pesantren, dan menjadi garda depan peradaban.

“Dengan penuh rasa bangga dan hormat, saya ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025. Dari Pesantren untuk Peradaban, Santri Siap Memimpin Zaman!” pungkasnya

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Robby Wanma Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos ke Polresta Sorong
Apel Pagi di Nabire, Sekda Tegaskan TPP Bukan Hak Melainkan Reward Kinerja ASN
Dituding Korupsi Dana Adat, Mesak Mambraku Tempuh Jalur Hukum dan Minta Klarifikasi Dewan Adat
SMAN 1 PANDEGLANG IKUT SERTA DALAM KEGIATAN AOPGI(Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia)
THM One Two Six di Citra Raya Diduga Tanpa Izin, Warga dan Ponpes Resah Akibat Kebisingan
Diduga Mangkrak, Rumah Jabatan Kapolres Tambrauw Tak Rampung Meski Anggaran Rp2 Miliar
Dituding Berbuat Tak Senonoh, Ternyata Korban Investasi Bodong Rp200 Juta
Pasang Tiang di Tanah Warga Sembarangan, Fiber Net Dituduh Melawan Hukum
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:39 WIB

Robby Wanma Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos ke Polresta Sorong

Senin, 20 April 2026 - 10:39 WIB

Apel Pagi di Nabire, Sekda Tegaskan TPP Bukan Hak Melainkan Reward Kinerja ASN

Minggu, 19 April 2026 - 20:27 WIB

Dituding Korupsi Dana Adat, Mesak Mambraku Tempuh Jalur Hukum dan Minta Klarifikasi Dewan Adat

Minggu, 19 April 2026 - 19:52 WIB

SMAN 1 PANDEGLANG IKUT SERTA DALAM KEGIATAN AOPGI(Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia)

Minggu, 19 April 2026 - 16:40 WIB

THM One Two Six di Citra Raya Diduga Tanpa Izin, Warga dan Ponpes Resah Akibat Kebisingan

Berita Terbaru