Menu MBG di SDN 1 Buyut Mekar Dikeluhkan Wali Murid, Khawatir Beracun

Teras Media

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (red)

i

Foto (red)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Sejumlah wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Buyut Mekar, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, ramai memperbincangkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak-anak mereka di sekolah. Para orang tua menilai menu makanan yang disajikan tidak sesuai dengan selera anak-anak, baik dari segi rasa maupun penyajiannya, Jumat (23/1/2026).

Perbincangan tersebut mencuat setelah salah satu wali murid mengunggah foto menu MBG ke dalam grup percakapan sekolah. Dari foto yang beredar, diketahui menu makanan terdiri dari sepotong daging, roti, kacang hijau kering, jeruk, dua iris kecil mentimun, dan seiris tomat.

Komentar pun bermunculan dari para wali murid. “Wow, burger ‘minimalis’ banget. Dagingnya seperti masih mentah, sayurnya cuma tomat dan timun sedikit, kayak cuma bonus,” tulis salah satu wali murid.

Wali murid lainnya menimpali dengan nada bercanda, “Iya, itu burger apaan, memang nggak ada selada?”

Sementara komentar lain bernada kekhawatiran, “Gimana anak-anak mau bergizi, malah yang ada bisa sakit.”

Selain soal rasa dan tampilan, wali murid juga mempertanyakan kesesuaian menu dengan anggaran yang ditetapkan pemerintah, yakni minimal Rp10.000 per porsi.

“MBG, Makan Bergizi Gratis… jangan sampai berubah jadi ‘Mari Bisnis, Gaes’,” sindir seorang wali murid.

Keluhan para orang tua tersebut bukan tanpa alasan. Mereka mengaku mengetahui langsung respons anak-anak di rumah. Salah satu wali murid menyampaikan bahwa anaknya tidak menyukai menu MBG karena rasanya kurang enak.

“Menurut anak saya, rasanya tidak enak,” ujarnya.

Meski demikian, anak tersebut tetap menghabiskan makanan karena takut dimarahi jika tidak memakannya. Kondisi ini membuat sebagian wali murid merasa dilema. Di satu sisi mereka berharap program MBG dapat meningkatkan asupan gizi anak, namun di sisi lain khawatir kondisi tersebut berdampak pada mental anak akibat adanya tekanan.

Keluhan juga datang terkait kondisi makanan. Seorang wali murid mengaku mendapati daging dalam keadaan masih mentah.

“Saya lihat dagingnya masih mentah, terpaksa saya goreng lagi di rumah,” tulisnya saat dikonfirmasi wartawan.

Para wali murid pun mengkhawatirkan potensi risiko kesehatan jika kualitas makanan seperti itu terus terjadi. Menurut mereka, kondisi makanan yang kurang layak dapat memicu keracunan, sebagaimana beberapa kasus serupa yang sempat viral di daerah lain.

Program MBG sendiri merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia agar tumbuh lebih sehat dan cerdas. Namun, apabila menu yang disajikan kurang diminati anak-anak, hal tersebut dinilai sangat disayangkan, mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut.

Sementara itu, pihak MBG, Ma’ad, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa pada hari tersebut terdapat dua jenis menu, yakni menu kering dan basah. Menurutnya, hal itu disesuaikan dengan adanya dua permintaan. Namun, Ma’ad tidak menjelaskan permintaan tersebut berasal dari pihak mana.

Berdasarkan penelusuran awak media, dari foto dua jenis wadah makanan yang berbeda, menu yang disajikan terlihat hampir serupa dan cenderung kering. Menu dalam wadah kain atau plastik berisi roti, telur, pisang, dan susu. Sedangkan menu dalam wadah ompreng berisi daging, roti, kacang hijau kering, jeruk, dua iris mentimun, dan seiris tomat.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya meminta penjelasan terkait perbedaan menu dan jenis wadah tersebut. Pihak MBG Kampung Ciemas belum memberikan keterangan resmi.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026
Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP
Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung
Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan
Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang
Wabup Intan Hadiri Penen Jagung Serentak Kuartal II Polres Metro Tangsel
Kodim 0601 Pandeglang Hadiri Launching 1.061 Titik KDKMP, Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
LSM WGAB Soroti Dugaan Penimbunan Kayu Ilegal di Moswaren, APH Diminta Segera Bertindak
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:57 WIB

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:53 WIB

Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru