Terasmedia.co Lebak – Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, menyatakan akan menindaklanjuti dugaan permasalahan pada proyek pembangunan Alun-Alun Rangkasbitung yang menelan anggaran sekitar Rp4,9 miliar. Proyek tersebut menuai kritik karena dinilai memiliki kualitas pekerjaan yang buruk serta diduga terdapat penyimpangan dalam proses pelaksanaannya.
Menurut King Naga, pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak untuk meminta klarifikasi. Namun hingga kini, sekitar satu bulan setelah surat dikirim, belum ada tanggapan dari dinas terkait.
“Kami sudah menyurati Dinas PUPR Lebak, tetapi sampai saat ini belum ada respons,” tegasnya, Rabu (18/2/2026)
Ia menyebutkan sejumlah temuan di lapangan, antara lain hasil pekerjaan yang dinilai tidak rapi dan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain itu, GMBI juga menyoroti proses penunjukan pemenang tender yang diduga tidak berjalan sesuai prosedur.
King Naga menilai, jika dugaan tersebut tidak ditindaklanjuti secara serius, maka patut dipertanyakan pengawasan terhadap proyek dengan nilai anggaran yang cukup besar tersebut.
“Dengan anggaran Rp4,9 miliar seharusnya fasilitas alun-alun memadai, namun faktanya bahkan toilet pun belum tersedia,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengawal persoalan ini agar ada kejelasan serta transparansi dari instansi terkait.
Penulis : Hkz
Editor : Redaksi












