Anak 12 Tahun di Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Sukabumi – Seorang anak laki-laki berinisial NS (12) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia dengan sejumlah luka bakar pada tubuhnya. Dugaan sementara, korban mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya.

Peristiwa tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar, korban terlihat mendapat penanganan medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jampangkulon. Pada tubuh korban ditemukan luka bakar di beberapa bagian yang diduga akibat siraman air panas. Korban meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan.

Ayah korban, Anwar Satibi, meminta pihak berwenang melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian anaknya.

“Maunya diautopsi itu kemauan saya sebagai ayahnya,” ujar Anwar di Sukabumi, Sabtu (21/2/2026).

Ia mengaku mencurigai adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh istrinya yang juga ibu tiri korban. Namun, menurutnya, kepastian harus diperoleh melalui pemeriksaan forensik.

“Makanya saya mau melakukan autopsi, biar jelas nanti hasilnya,” katanya.

Anwar juga mengungkapkan, sekitar satu tahun lalu korban pernah mengalami dugaan penganiayaan oleh istrinya saat masih duduk di bangku kelas 6 SD. Peristiwa tersebut sempat dilaporkan ke polisi.

“Saat itu istri saya mohon-mohon sujud untuk berubah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi Kombes Pol. dr. Carles Siagian menyampaikan hasil pemeriksaan awal menemukan luka bakar cukup luas di sejumlah bagian tubuh korban, antara lain lengan, kaki, punggung, serta area bibir dan hidung. Selain itu, paru-paru korban dilaporkan mengalami pembengkakan ringan.

Namun, dokter forensik belum dapat memastikan penyebab kematian.

“Dokter forensik belum bisa menyimpulkan ini dari penganiayaan atau bukan, penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah sampel organ tubuh seperti jantung dan paru-paru telah diambil untuk pemeriksaan lanjutan dan dikirim ke Jakarta untuk analisis lebih mendalam.

“Kita sedang menunggu hasil apakah ada zat-zat lain di tubuh korban,” ujar Carles.

 

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Robby Wanma Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos ke Polresta Sorong
Apel Pagi di Nabire, Sekda Tegaskan TPP Bukan Hak Melainkan Reward Kinerja ASN
Dituding Korupsi Dana Adat, Mesak Mambraku Tempuh Jalur Hukum dan Minta Klarifikasi Dewan Adat
SMAN 1 PANDEGLANG IKUT SERTA DALAM KEGIATAN AOPGI(Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia)
THM One Two Six di Citra Raya Diduga Tanpa Izin, Warga dan Ponpes Resah Akibat Kebisingan
Diduga Mangkrak, Rumah Jabatan Kapolres Tambrauw Tak Rampung Meski Anggaran Rp2 Miliar
Dituding Berbuat Tak Senonoh, Ternyata Korban Investasi Bodong Rp200 Juta
Pasang Tiang di Tanah Warga Sembarangan, Fiber Net Dituduh Melawan Hukum
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:39 WIB

Robby Wanma Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos ke Polresta Sorong

Senin, 20 April 2026 - 10:39 WIB

Apel Pagi di Nabire, Sekda Tegaskan TPP Bukan Hak Melainkan Reward Kinerja ASN

Minggu, 19 April 2026 - 20:27 WIB

Dituding Korupsi Dana Adat, Mesak Mambraku Tempuh Jalur Hukum dan Minta Klarifikasi Dewan Adat

Minggu, 19 April 2026 - 19:52 WIB

SMAN 1 PANDEGLANG IKUT SERTA DALAM KEGIATAN AOPGI(Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia)

Minggu, 19 April 2026 - 16:40 WIB

THM One Two Six di Citra Raya Diduga Tanpa Izin, Warga dan Ponpes Resah Akibat Kebisingan

Berita Terbaru