KITA Ingatkan SPPG Banten Wajib Gunakan Produk Lokal dan Serap Tenaga Masyarakat

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : (Red)

i

Keterangan Foto : (Red)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Serang – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang menolak produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk hasil petani, peternak, serta nelayan kecil, untuk kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya pemerintah menggerakkan ekonomi rakyat melalui program nasional.

Menanggapi pernyataan tersebut, Sekretaris Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten, Egi Hendriawan, mengatakan bahwa pelibatan pelaku usaha kecil telah diatur secara jelas dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Menurut Egi, dalam Pasal 38 ayat 1 Perpres 115/2025, penyelenggaraan MBG memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dan pelibatan UMKM, koperasi, hingga badan usaha milik desa.

“Selain itu, semangat pemberdayaan juga seharusnya mencakup penyerapan tenaga kerja dari masyarakat lokal sekitar lokasi SPPG,” kata Egi di Serang, Minggu (22/2/2026).

Egi menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto sejak awal menekankan agar program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, ia mengingatkan kepala SPPG dan mitra pelaksana yang ada di Banten agar tidak menolak produk petani, peternak, maupun nelayan kecil secara sepihak, serta harus memperhatikan akses lapangan kerja bagi warga sekitar.

“Khusus SPPG untuk wilayah Banten, jangan pernah menolak produk lokal dengan semena-mena, begitu juga dengan peluang kerja warga lokal. Karena program Presiden ini seharusnya bisa bermanfaat bagi masyarakat, tidak boleh hanya dinikmati oleh pihak luar,” ujarnya.

Egi juga menegaskan bahwa pihaknya mendorong BGN agar memberikan sanksi tegas bagi SPPG atau mitra yang terbukti mengutamakan pemasok besar dan meminggirkan pelaku usaha kecil. Selain itu, Egi menambahkan bahwa pengabaian tenaga kerja lokal juga perlu menjadi bagian dari evaluasi dan tindakan tegas.

“Kalau di Banten ada SPPG yang menolak UMKM dan malah memonopoli pasokan dengan pemasok besar, atau mengabaikan warga lokal dalam perekrutan tenaga kerja, itu berarti melawan semangat dan tujuan dari Peraturan Presiden. Pihak terkait harus segera mengambil langkah korektif,” tegas Egi dengan nada yang menegaskan.

Ia menambahkan, peran SPPG seharusnya tidak berhenti pada penyerapan bahan pangan dan penempatan tenaga kerja, tetapi juga membina dan mengarahkan UMKM, petani, peternak, serta nelayan agar mampu memenuhi standar kualitas program MBG, sekaligus memberikan pelatihan bagi warga lokal yang ingin bekerja di dapur MBG.

“Laksanakan Program MBG dengan nurani, jangan hanya sekadar berorientasi pada bisnis atau kemudahan operasional semata. Harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

SPMB Banten Bersih, Andra Soni: Sekolah Gratis Solusi Kuota Terbatas
CBA Minta Kejati Banten Selidiki Anggaran Seragam Dinas Kabupaten Tangerang Rp15,7 M
KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang
Slag B3 Dibuang Liar di Serang: BCW Endus Kongkalikong Korporasi dan Oknum
KPN Soroti Anggaran Hotel DPRD Kabupaten Tangerang Rp23 M: Antara Kuasa dan Kemiskinan
PT Kristalin Ekalestari Serahkan Rumah Baru ke Warga Nabire, Klaim Sudah Puluhan Unit
Jangan Cuma Jadi Penonton, Hotel Grand Keisha Diminta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Hotel Bintang 4 di Rangkasbitung Resmi Beroperasi, Diharapkan Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:01 WIB

SPMB Banten Bersih, Andra Soni: Sekolah Gratis Solusi Kuota Terbatas

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:50 WIB

CBA Minta Kejati Banten Selidiki Anggaran Seragam Dinas Kabupaten Tangerang Rp15,7 M

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:43 WIB

KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:36 WIB

KPN Soroti Anggaran Hotel DPRD Kabupaten Tangerang Rp23 M: Antara Kuasa dan Kemiskinan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:23 WIB

PT Kristalin Ekalestari Serahkan Rumah Baru ke Warga Nabire, Klaim Sudah Puluhan Unit

Berita Terbaru

Keterangan foto : Gedung KPK, Jumat (14/4/2023)

Hukum dan Kriminal

KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:43 WIB