Jalan Rp7,3 Miliar Retak! Kabid Bina Marga PU Lebak Bungkam-Plt Kadis Emosi, Mulyadi JB Desak Audit

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Proyek rekonstruksi Jalan Sukahujan–Cigemblong, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, senilai Rp7,3 miliar, kini menjadi sorotan tajam publik. Jalan yang belum lama selesai dikerjakan itu dilaporkan telah mengalami retak di sejumlah titik. Kondisi tersebut memicu pertanyaan besar terkait kualitas pekerjaan serta pengawasan teknis proyek bernilai miliaran rupiah yang bersumber dari anggaran negara, Rabu (25/2/2026).

Masyarakat menilai, kerusakan dini pada proyek dengan nilai fantastis tersebut merupakan indikasi lemahnya kontrol mutu. Pasalnya, proyek rekonstruksi seharusnya memiliki daya tahan yang kuat dalam jangka panjang, bukan justru menunjukkan kerusakan dalam waktu singkat.

Ironisnya, saat dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lebak memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban atas pertanyaan seputar penyebab retaknya jalan tersebut. Sikap diam ini justru memperkuat kecurigaan publik dan memunculkan spekulasi adanya persoalan serius dalam pelaksanaan proyek.

Sorotan juga datang dari tokoh nasional asal Lebak, Mulyadi Jayabaya, yang secara tegas meminta agar proyek tersebut diaudit. “Diaudit hasilnya,” ujarnya singkat, menegaskan pentingnya pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan anggaran.

Sementara itu, respons berbeda justru ditunjukkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Lebak, H. Dade. Saat dikonfirmasi wartawan media online, ia menanggapi dengan nada tinggi dan emosional. Alih-alih memberikan klarifikasi teknis, ia malah melontarkan pernyataan yang dinilai tidak substantif dan cenderung menyudutkan media.

Sikap tersebut semakin memantik kritik, sebab pejabat publik seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas, terlebih ketika menyangkut proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Kini publik menunggu langkah konkret pemerintah daerah. Apakah akan dilakukan audit independen sebagaimana desakan berbagai pihak, atau justru polemik ini dibiarkan berlalu tanpa kejelasan? Yang pasti, retaknya jalan bukan sekadar persoalan teknis. Ia bisa menjadi simbol retaknya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran daerah.

Pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar soal menghampar aspal atau beton. Ia menyangkut keselamatan pengguna, kelancaran distribusi ekonomi warga, dan tanggung jawab moral atas setiap rupiah uang rakyat yang dibelanjakan. Dengan nilai anggaran mencapai miliaran rupiah, proyek ini seharusnya dibangun dengan spesifikasi teknis yang ketat, pengawasan berlapis, serta uji mutu yang transparan.

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026
Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP
Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung
Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan
Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang
Wabup Intan Hadiri Penen Jagung Serentak Kuartal II Polres Metro Tangsel
Kodim 0601 Pandeglang Hadiri Launching 1.061 Titik KDKMP, Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
LSM WGAB Soroti Dugaan Penimbunan Kayu Ilegal di Moswaren, APH Diminta Segera Bertindak
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:57 WIB

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:53 WIB

Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru