Terasmedia.co JAKARTA – Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Apartemen Kalibata City untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menebar kepedulian sosial melalui kegiatan buka puasa bersama dan penyaluran ribuan paket sembako kepada masyarakat sekitar.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, mengusung tema Ramadhan Bersama, Menggapai Berkah Ilahi, Berbuat Kebaikan, Menuai Keberkahan. Acara diikuti penghuni, pengurus, pengelola apartemen, anak yatim, serta pekerja pendukung operasional kawasan hunian tersebut.
Ketua Panitia Ramadan Kareem, Muhammad Mada mengatakan, sebanyak 3.000 paket sembako yang berasal dari donatur disalurkan kepada sekitar 600 anak yatim dari panti asuhan, pelaku UMKM, warga kurang mampu, serta pekerja outsourcing di lingkungan Kalibata City.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan berbagi ini merupakan agenda tahunan dan tahun ini menjadi pelaksanaan ke-14,” ujarnya, Jumat (27/2/2025).
Tradisi Sosial Komunitas Hunian
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Ketua Pengurus PPPSRS Kalibata City, Musdalifah Pangka menyampaikan, kegiatan berbagi selama Ramadan telah menjadi tradisi warga apartemen selama lebih dari satu dekade.
Ia menilai kebersamaan dalam kegiatan sosial memperkuat solidaritas antarwarga sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat sekitar.
Acara turut dihadiri General Manager (GM) Kalibata City, Martiza Melati dan Rusli Usman perwakilan pengelola Inner City Management (ICM), yang menilai Ramadan sebagai momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan perkotaan.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiah, serta buka puasa bersama.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Wijayanto mengajak umat Muslim memanfaatkan momen Ramadhan untuk berubah menjadi kupu-kupu.
Ia mengibaratkan saat sebelum Ramadhan, manusia seperti ulat yang rakus, menjijikkan, tidak ada yang ingin mendekat, serta menghabiskan daun.
“Orang yang berhasil puasanya harus menjadi kepompong, setelah selesai maka kita harus bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang cantik dan elok.
Menurutnya, proses spiritual Ramadan sebagai metamorfosis menuju pribadi yang lebih baik. Keberhasilan puasa tidak hanya diukur dari menahan lapar dan haus, tetapi juga dari kepekaan terhadap kondisi sesama.
“Puasa mengajarkan empati. Jika tidak ingin merasakan lapar dan haus, maka jangan biarkan orang lain mengalaminya,” ujarnya.
Sejalan dengan Tren Filantropi Ramadan
Kegiatan berbagi berbasis komunitas hunian seperti di Kalibata City mencerminkan tren meningkatnya aktivitas filantropi masyarakat selama Ramadan.
Sejumlah lembaga kemanusiaan nasional mencatat peningkatan partisipasi publik dalam kegiatan sosial, mulai dari santunan anak yatim hingga bantuan kebutuhan pokok bagi kelompok rentan.
Fenomena tersebut juga sejalan dengan berbagai program sosial pemerintah dan lembaga zakat yang mendorong penguatan solidaritas sosial selama bulan suci.
Melalui kegiatan buka puasa bersama dan penyaluran bantuan, komunitas warga Kalibata City berharap tradisi kepedulian sosial dapat terus berlanjut sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan hunian perkotaan.












