Tolak Pembangunan di Lapangan Desa, Pemuda Padasuka Segel Beko dan Kirim Surat ke DPRD

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Suasana Desa Padasuka, Kecamatan Maja, mendadak memanas. Deru mesin alat berat jenis beko yang hendak memulai pembangunan gedung koperasi desa “Merah Putih” tiba-tiba terhenti. Bukan karena kerusakan teknis, melainkan karena gelombang perlawanan dari Aliansi Pemuda Desa Padasuka yang turun langsung ke lokasi dan menyegel alat berat tersebut sebagai simbol penolakan.

Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ini adalah jeritan kolektif suara dari akar rumput yang merasa ruang hidupnya terancam hilang. Lapangan sepak bola Desa Padasuka yang menjadi titik rencana pembangunan bukanlah sekadar tanah kosong. Ia merupakan urat nadi kehidupan sosial masyarakat.

Dari tawa anak-anak TK yang berlarian, peluh pelajar SD hingga SMA yang berolahraga, hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan yang menyatukan warga semua terpatri di tanah itu.

Ketua Aliansi Pemuda Desa Padasuka, Saudara Anggi, dengan suara tegas dan penuh emosi menyampaikan sikap mereka.

“Kami tegaskan, kami bukan menolak pembangunan. Kami mendukung kemajuan desa. Tapi jangan korbankan satu-satunya lapangan yang sudah digunakan turun-temurun oleh masyarakat. Ini bukan sekadar tanah, ini bagian dari sejarah dan kehidupan kami. Kami mohon pemerintah untuk mencari lahan alternatif lain.” kata Anggi, Minggu (29/3/2026).

Lebih lanjut, Anggi juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Upaya konstitusional telah ditempuh.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada DPRD Kabupaten Lebak. Kami meminta audiensi agar suara kami didengar, agar ada keadilan bagi masyarakat Padasuka.” ujarnya

Aksi penyegelan alat berat ini menjadi simbol bahwa pemuda tidak lagi diam. Mereka berdiri, menjaga, dan mempertahankan apa yang menjadi hak bersama.

Kini, bola panas berada di tangan pemerintah daerah. Apakah suara pemuda desa akan didengar? Ataukah pembangunan akan tetap dipaksakan di atas ruang hidup masyarakat?
Yang jelas, hari ini Padasuka telah menunjukkan satu hal bahwa ketika ruang hidup terancam, pemuda akan berdiri di garis depan bukan untuk melawan pembangunan, tetapi untuk meluruskan arah keadilan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026
Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP
Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung
Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan
Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang
Wabup Intan Hadiri Penen Jagung Serentak Kuartal II Polres Metro Tangsel
Kodim 0601 Pandeglang Hadiri Launching 1.061 Titik KDKMP, Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
LSM WGAB Soroti Dugaan Penimbunan Kayu Ilegal di Moswaren, APH Diminta Segera Bertindak
Berita ini 174 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:57 WIB

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:53 WIB

Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru