Arifki Chaniago: Karir Jokowi Dibentuk Banyak Faktor, Bukan Satu Orang

Avatar photo

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, Senin (20/4/2026)

i

Keterangan foto : Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, Senin (20/4/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang kembali mengungkit perannya dalam mengantarkan Joko Widodo menuju puncak karier politik, menuai beragam tanggapan. Banyak pihak menilai, ucapan tersebut bukan sekadar kilas balik sejarah, melainkan memiliki makna tersendiri dalam konstelasi politik saat ini.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai pernyataan JK tidak bisa dilepaskan dari konteks kekinian. Momentum kemunculannya dinilai bukan kebetulan belaka, melainkan bagian dari upaya positioning di tengah pergeseran peta kekuasaan.

“Dalam politik, pernyataan tentang masa lalu hampir selalu punya dimensi hari ini. Apa yang disampaikan JK bisa dibaca sebagai upaya menegaskan peran historis sekaligus menjaga posisi dalam percakapan politik nasional,” ujar Arifki, Senin (20/04/2026).

Bukan Hanya Satu Orang, Banyak Faktor yang Membentuk Jokowi

Arifki menegaskan, meski posisi JK pada 2014 sangat penting sebagai pendamping, namun perjalanan politik Jokowi tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh-tokoh kunci lain serta situasi yang mendukung.

Ada peran besar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengusungnya, dinamika dengan Prabowo Subianto, hingga selera politik rakyat yang menjadi fondasi utama kemenangan. Dukungan partai, konfigurasi koalisi, dan situasi nasional saat itu turut membentuk jalan Jokowi.

“Ketika konfigurasi politik berubah, narasi tentang siapa berperan apa menjadi relevan kembali. Ini bukan hanya soal sejarah, tapi juga soal positioning. Namun harus diingat, ada banyak aktor dan faktor yang berkontribusi, publik perlu melihatnya dalam konteks yang lebih luas,” pungkas Arifki Chaniago.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

IPPAQI Gelar Panggung Al-Qur’an Nasional di Majalengka
Kios Hangus Terbakar, Pengelolaan Pasar Parung Dinilai Gagal
GSBK Soroti Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Singgung Status Letkol Teddy
Ketegasan Prabowo Berantas Korupsi Dapat Dukungan GERAK 08
CBA Minta Kejati Jateng Usut Tuntas Nama yang Disebut Gus Yazid
Guru Honorer Dapat Rp300 Ribu Sebulan, Adde Rosi Soroti Ketimpangan Kesejahteraan
Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi JC, Pengamat Minta Peran Tingkat Koordinasi Diperiksa
Rieke Diah Pitaloka: Perombakan Pimpinan Belum Cukup, Perlu Sistem Pengawasan Terintegrasi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:47 WIB

IPPAQI Gelar Panggung Al-Qur’an Nasional di Majalengka

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:16 WIB

Kios Hangus Terbakar, Pengelolaan Pasar Parung Dinilai Gagal

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:26 WIB

GSBK Soroti Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Singgung Status Letkol Teddy

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:16 WIB

Ketegasan Prabowo Berantas Korupsi Dapat Dukungan GERAK 08

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:50 WIB

CBA Minta Kejati Jateng Usut Tuntas Nama yang Disebut Gus Yazid

Berita Terbaru

Anggota DPR RI sekaligus Pengasuh Ponpes Al-Mizan, DR KH Maman Imanulhaq

Nasional

IPPAQI Gelar Panggung Al-Qur’an Nasional di Majalengka

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:47 WIB

Pasar Tohaga Parung

Nasional

Kios Hangus Terbakar, Pengelolaan Pasar Parung Dinilai Gagal

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:16 WIB