Menu MBG atau Jatah Bertahan Hidup? JAN Soroti Sajian SPPG Cibuah yang Dinilai Jauh dari Kata Layak

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Muhamad Yusuf, melontarkan kritik keras terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui SPPG Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten. Sorotan itu mencuat setelah beredarnya foto menu makanan yang dinilai sangat minim, baik dari sisi kualitas, kelayakan, maupun nilai gizinya.

Dalam foto yang beredar, nampak satu porsi makanan terdiri dari nasi putih, kuah berwarna kecokelatan dengan isi yang nyaris tidak terlihat, dua potong kecil lauk, seiris mentimun, serta potongan buah. Penyajian tersebut memicu reaksi publik karena dianggap tidak mencerminkan semangat besar program MBG yang selama ini digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi masyarakat.

Muhamad Yusuf menilai, program nasional sebesar MBG seharusnya hadir dengan standar yang jelas dan bermartabat. Menurutnya, masyarakat tidak sedang meminta makanan mewah, namun setidaknya menu yang disajikan harus memenuhi unsur kepantasan, kebersihan, kecukupan protein, dan nilai gizi yang masuk akal.

“Kalau menu seperti ini benar disajikan kepada penerima manfaat, publik tentu bertanya: di mana letak ‘bergizi’-nya? Jangan sampai program besar ini justru berubah menjadi simbol ketidaksiapan dan lemahnya pengawasan,” ujar Yusuf dalam keterangannya, Selasa (11/5/2026).

Ia menegaskan, BGN tidak boleh hanya fokus pada serapan anggaran dan distribusi program semata, tetapi juga wajib memastikan kualitas makanan yang diterima masyarakat benar-benar layak konsumsi dan sesuai standar kesehatan. Sebab, program MBG bukan sekadar membagikan makanan, melainkan menyangkut masa depan kualitas generasi.

Menurut JAN, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kepercayaan publik terhadap program pemerintah. Ketika masyarakat melihat menu yang dinilai minim dan tidak representatif, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas layanan, tetapi juga kredibilitas institusi pelaksana di lapangan.

Muhamad Yusuf juga meminta adanya audit terbuka terhadap pengelolaan MBG di SPPG Cibuah, termasuk terkait standar bahan baku, mekanisme pengadaan, hingga pola pengawasan distribusi makanan. Ia menilai evaluasi penting dilakukan agar tidak muncul dugaan adanya pemborosan anggaran ataupun penurunan kualitas dalam pelaksanaan program.

“Program ini menggunakan uang negara, sehingga masyarakat berhak tahu bagaimana kualitas makanan yang diberikan. Jangan sampai nama besar program nasional tercoreng hanya karena lemahnya kontrol dan pengawasan di tingkat pelaksana,” katanya.

Lebih jauh, JAN menilai kualitas makanan yang rendah dapat berdampak langsung pada psikologis penerima manfaat. Alih-alih menghadirkan semangat dan perhatian negara terhadap kebutuhan gizi masyarakat, sajian yang dinilai tidak layak justru berpotensi memunculkan rasa kecewa dan sindiran di tengah publik.

Karena itu, JAN mendesak Badan Gizi Nasional segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di SPPG Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten. Yusuf menegaskan, program yang membawa nama “bergizi” harus benar-benar menghadirkan kualitas, bukan sekadar formalitas pembagian makanan.

Penulis : Farid

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kapolda Banten Minta Kasatlantas Tindak Konsisten Angkutan Tambang Nakal
Ketua DPRD Kota Serang Minta Dugaan Pencemaran Sungai Pakupatan Ditindak Tegas
Pengunjung Masjid Al Amzat Kehilangan Gelang Emas 50 Gram Saat Pelepasan Jemaah Haji
Perkuat Sinergi TNI, Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Sertijab Kasdim
Dugaan Permintaan Uang Oknum Penyidik Warnai Penanganan Kasus di Polres Sidrap
Nias Bukan Anak Tiri, Harga Gas Selangit: Publik Desak Audit Distribusi
KITA Banten Minta Kejari Pandeglang Tak Mandul, Segera Panggil Aktor Proyek KDMP
Tangkap Pelakunya, FTMB Gugat Pembiaran KLH ESDM Atas Penjarahan Lingkungan di Maja Lebak
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:44 WIB

Menu MBG atau Jatah Bertahan Hidup? JAN Soroti Sajian SPPG Cibuah yang Dinilai Jauh dari Kata Layak

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:43 WIB

Kapolda Banten Minta Kasatlantas Tindak Konsisten Angkutan Tambang Nakal

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:20 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Minta Dugaan Pencemaran Sungai Pakupatan Ditindak Tegas

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:13 WIB

Pengunjung Masjid Al Amzat Kehilangan Gelang Emas 50 Gram Saat Pelepasan Jemaah Haji

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Sinergi TNI, Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Sertijab Kasdim

Berita Terbaru

Keterangan foto : Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih,  melakukan kunjungan kerja langsung ke wilayah Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Selasa (12/05/2026)

Nasional

Pesan Khusus Pangdam III ke Prajurit Siliwangi

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:28 WIB