Dave Laksono Soroti 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR Desak Pengawasan Digital Diperketat

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyoroti temuan mengenai 200.000 anak Indonesia yang terpapar judi daring sebagai peringatan keras bagi ketahanan bangsa pada Jumat (15/5/2026). Data tersebut mencakup sekitar 80.000 anak di bawah usia 10 tahun yang sudah terjerat praktik ilegal tersebut.

Kekhawatiran ini muncul menyusul laporan mengenai besarnya skala paparan judi pada kelompok umur produktif dan anak-anak. Berdasarkan laporan dari Nasional, judi daring dinilai bukan hanya pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman nyata terhadap moral dan potensi masa depan generasi muda di Indonesia.

“Ketika anak-anak yang seharusnya tumbuh dengan pendidikan, kreativitas, dan nilai kebangsaan justru terjerat dalam praktik ilegal, kita menghadapi risiko kerusakan sosial yang mendalam,” ujar Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR.

Politisi tersebut menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap ruang digital agar tetap menjadi tempat pembelajaran yang sehat. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital didesak untuk segera mengambil langkah taktis dalam menutup akses platform ilegal tersebut secara efektif.

“Selain aspek penindakan, literasi digital dan edukasi masyarakat menjadi kunci. Orangtua, sekolah, dan komunitas harus dilibatkan dalam membangun kesadaran kolektif bahwa judi online adalah racun yang menghancurkan masa depan. Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan geopolitik untuk menunjukkan bahwa bangsa ini mampu menjaga ruang digital tetap sehat, aman, dan produktif,” ujar Dave Laksono.

Lembaga legislatif menyatakan komitmennya dalam memperkuat regulasi dan mendorong literasi digital di tengah masyarakat. Sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan warga dianggap menjadi jalan keluar untuk menekan pertumbuhan angka pemain judi di kalangan anak-anak.

“Agar anak-anak Indonesia tumbuh sebagai generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global,” imbuh Dave Laksono.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya telah mengungkapkan rincian data tersebut dalam sebuah acara di Medan pada Rabu (13/5/2026). Ia menegaskan bahwa sistem perjudian daring dirancang untuk merugikan para penggunanya secara finansial dan mental.

“Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang,” kata Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital.

Meutya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menjadi pelindung bagi lingkungan keluarga masing-masing. Menurutnya, pemberantasan praktik ini memerlukan pendekatan menyeluruh yang melampaui sekadar pemutusan akses teknis di internet.

“Kita tidak hanya menutup akses atau melakukan takedown. Yang terpenting adalah menjangkau masyarakat luas dengan fakta-fakta ini, sehingga kesadaran tumbuh dari dalam keluarga dan komunitas,” ujar Meutya Hafid.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Diproduksi Prigel Entertainment⁠, Lagu “Hijrah Tanpa Nanti” Usung Pesan Religi dan Perubahan Diri
Tagihan Listrik Warga Pandeglang Mendadak Membengkak, Diduga Ada Kejanggalan
Tinjau Langsung Fasilitas, Kajati Jabar Tekankan Integritas dan Sinergi Kejari Subang
Para Perasuk Film Terpilih FFH Edisi Ke-6
18 Saham RI Dicoret dari MSCI, Marwan Jafar Minta BEI Benahi Pasar Modal
Warga Cengkareng Barat Desak Pemda Atasi Tumpukan Sampah yang Menggunung
Dari Lebak untuk Indonesia: Adde Rosi Serap Gagasan Siswa SMAN 1 Pangarangan
Kasus Nikel Sultra: Pemilik PT TSHI Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, Terlibat Mantan Komisioner Ombudsman
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:40 WIB

Dave Laksono Soroti 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR Desak Pengawasan Digital Diperketat

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:57 WIB

Diproduksi Prigel Entertainment⁠, Lagu “Hijrah Tanpa Nanti” Usung Pesan Religi dan Perubahan Diri

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:32 WIB

Tagihan Listrik Warga Pandeglang Mendadak Membengkak, Diduga Ada Kejanggalan

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:15 WIB

Tinjau Langsung Fasilitas, Kajati Jabar Tekankan Integritas dan Sinergi Kejari Subang

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:19 WIB

Para Perasuk Film Terpilih FFH Edisi Ke-6

Berita Terbaru

Keterangan foto : Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bekasi, Dr. Sulvia Triana Hapsari, Jumat (15/5/2026)

Hukum dan Kriminal

Jadi Mitra Strategis, Kejari Kota Bekasi Dukung Penuh Persiapan Pemilu 2027

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:30 WIB