TANGERANG, Terasmedia.co – Ini adalah kisah tentang kepedulian yang berbuah manis. Tangis ketakutan seorang bocah perempuan berusia empat tahun bernama Anjani, akhirnya berubah menjadi senyum ceria setelah ia berhasil kembali ke pelukan hangat ibunya, Senin (15/6/2026).
Semua ini berkat aksi heroik seorang petugas kebersihan jalanan dan respons kilat dari kepolisian Tangerang.
Berawal dari Sapu Jalanan
Cerita hangat ini dimulai ketika fajar menyingsing di kawasan Jembatan Pos Lantas TMP Taruna, Kota Tangerang. Marlina Sarih, seorang petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sedang menyapu jalanan seperti biasa.
Tiba-tiba, langkahnya terhenti. Ia melihat Anjani kecil sedang berjalan sendirian sambil menangis histeris. Anak itu kebingungan di tengah ramainya jalanan kota.
Bukannya acuh, naluri keibuan Marlina langsung bergerak. Ia mendekat, menggendong Anjani, dan langsung membawanya ke kantor polisi terdekat, Polres Metro Tangerang Kota.
Polisi Bergerak Cepat, Kurang dari Sejam Ketemu!
Di kantor polisi, Anjani disambut hangat oleh Bripka Agus Yudi Sektio. Sadar sang bocah sedang trauma, Bripka Agus menenangkannya dengan sabar sambil mencari informasi dasar.
Polisi langsung bergerak taktis menyebarkan informasi. Hasilnya luar biasa! Tidak pakai lama, kurang dari satu jam, keberadaan keluarga Anjani langsung terlacak di wilayah Neglasari.
Usut punya usut, Anjani sebenarnya sedang dititipkan ke seorang kerabat karena ibunya, Ibu Maemunah, sedang sibuk berjualan sayur. Namun, namanya juga anak-anak, luput dari pengawasan sebentar saja, Anjani nekat keluar rumah jalan kaki karena rindu dan ingin mencari ibunya.
Air Mata Bahagia di Kantor Polisi
Suasana haru sekaligus bahagia pecah di ruang pelayanan polisi saat Ibu Maemunah tiba. Sambil menangis lega, ia langsung mendekap erat putri kecilnya yang sempat hilang itu.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, mengaku sangat bangga dengan warganya.
“Terima kasih kepada warga yang peduli dan cepat melapor. Kepedulian seperti inilah yang melindungi anak-anak kita,” ujar Kombes Jauhari dengan senyum sumringah.
Beliau juga mengingatkan dengan lembut agar para orang tua lebih waspada saat menjaga buah hati, terutama di tempat umum.
Kisah Anjani hari ini berakhir indah. Ini jadi bukti nyata bahwa di tengah sibuknya kota Tangerang, masih banyak orang baik yang siap mengulurkan tangan. Anjani kini sudah pulang, kembali membawa tawa di rumahnya.*












