PJ Gubernur Banten Pastikan Inflasi Provinsi Banten Terkendali di 3,15 Persen

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 4 Juli 2023 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : PJ Gubernur Banten Al Muktabar dan Bupati Pandeglang Irna Narulita, (Selasa, 4/7/2023)

i

Keterangan foto : PJ Gubernur Banten Al Muktabar dan Bupati Pandeglang Irna Narulita, (Selasa, 4/7/2023)

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.co, Banten | Berdasarkan Berita Resmi Statistik Provinsi Banten Juni 2023, data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten menunjukkan terdapat beberapa sektor yang mengalami peningkatan dibandingkan pada bulan Mei 2023.

Inflasi Provinsi Banten terkendali di angka 3,15 persen, Nilai Tukar Petani (NTP) naik 0,85 persen, serta industri pariwisata naik 45,69 persen.

Baca Juga : Pegiat Banten Ramaikan Exhibisi Lempiknas Fornas VII Tahun 2023 di Jabar

Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Bambang Widjanarko mengungkapkan Inflasi Provinsi Banten secara Y-o-Y pada Juni 2023 berada pada 3,15 persen atau dibawah angka Inflasi Nasional yang mencapai 4,33 persen.

“Hal tersebut bisa kita lihat secara M-t-M yang menyumbangkan sebesar 0,15 persen dan beberapa komoditas yang terus kita kendalikan.

Dimana Provinsi Banten cukup terkendali untuk situasi di bulan Juni ini,” jelas Bambang saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) Provinsi Banten Juni 2023 secara virtual.

Menurutnya, ada beberapa komoditas yang memberikan andil terbesar pada Inflasi di bulan Juni 2023 menurut beberapa kelompok pengeluaran secara Y-o-Y.

Salah satu andil inflasi di antaranya menurut komoditas barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga pada urutan pertama ditempati oleh bensin sebesar 1,13 persen.

PJ Gubernur Banten Pastikan Inflasi Provinsi Banten Terkendali di 3,15 Persen I Teras Media
Keterangan foto : Gambar Pj Gubernur Banten Al Muktabar, TerasMedia.co

Ini Juga : Mantap, Relawan Ganjar Gapura Nusantara Banten Dukung Ananta Wahana Raih Kursi DPD RI

“Namun demikian, bensin mengalami deflasi sebesar 0,07 persen dan diikuti oleh cabai merah,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten juga merilis Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Banten pada Juni 2023 yakni sebesar 103,55 atau mengalami kenaikan sebesar 0,85% persen dibandingkan Mei 2023.

Kenaikan tersebut dikarenakan kenaikan Indeks Harga Terima Petani (It) 0,97 persen menjadi 123,23 serta naiknya Indeks Harga Bayar Petani (Ib) 0,12 persen menjadi 119,01.

“Adapun komoditas yang menjadi pemicu bagi indeks yang diterima petani itu gabah, pisang, dan daging ayam ras. Sedangkan untuk indeks harga bayar petani dipicu oleh komoditas ketimun, cabai rawit dan daging ayam ras,” jelas Statistis Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Bambang Widjanarko

PJ Gubernur Banten Pastikan Inflasi Provinsi Banten Terkendali di 3,15 Persen I Teras Media
Keterangan foto : PJ Gubernur Banten Al Muktabar dan Bupati Irna Narulita, TerasMedia.co

Baca Ini : Kapolda Banten Sambut HUT Bhayangkara Ke 77

Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa NTP Provinsi Banten berada di antara Provinsi-Provinsi lain di Pulau Jawa yang pada bulan ini masih relatif rendah. Namun demikian, nilai persentase NTP Provinsi Banten terus naik setiap bulannya.

“Dibandingkan bulan lalu meskipun kita masih berada di posisi ke 5 Provinsi di Jawa kita terus melakukan perubahan sedikit demi sedikit pada nilai NTP yang menyumbangkan 0,85% dibandingkan bulan Mei,” jelasnya.

Selain itu, Bambang juga menyampaikan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) di Provinsi Banten pada bulan Juni 2023 sebesar 105,84 atau naik 0,87 persen dibandingkan bulan Mei 2023.

Lantaran Indeks Harga Terima Petani (It) sebesar 123,23 dan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 116,52.

PJ Gubernur Banten Pastikan Inflasi Provinsi Banten Terkendali di 3,15 Persen I Teras Media
Keterangan foto : Foto PJ Gubernur Banten Al Muktabar TerasMedia.co

Baca Juga : Warga Binaan Kelas I Cirebon Rutin Membersihkan Lingkungan Sekitar Lapas

“Begitu pula dengan Nilai Tukar Usaha Petani (NUTP) di bulan Juni 2023 mengalami kenaikan. Dimana harga terima petani dipicu oleh komoditas gabah, daging ayam ras dan pisang dan BPPBM dipicu oleh komoditas sewa traktor tangan dan bakalan kerbau (berusia > 12 Bulan),” jelas Bambang.

Ia juga menyampaikan bahwa harga gabah kering panen serta giling di Provinsi Banten mengalami kenaikan pada Juni 2023, dibandingkan bulan sebelumnya, baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan.

“Untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani harga rata-ratanya Rp 5.177 per kilogram atau naik 5,26 persen.

Sedangkan gabah kering di tingkat penggilingan harga rata-rata sebesar Rp 5.320 atau naik sebesar 5,49 persen,” jelasnya.

Kemudian untuk gabah kering giling (GKG) di tingkat petani harga rata-rata sebesar 5.660 per kilogram atau naik sebesar 3,61 persen dan di tingkat penggilingan harga rata-data sebesar 5.686 per kilogram atau naik sebesar 3,75 persen.

Baca Ini : Muhammad Rizal DPR RI Sosialisasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan di Binong Curug

Sementara itu, perkembangan pariwisata Provinsi Banten tingkat penghunian kamar gabungan pada bulan Mei 2023 mengalami kenaikan sebesar 45,69 persen. Terdapat kenaikan sebesar 7,55 poin dibandingkan pada bulan April 2023.

“Sementara itu jika dibandingkan bulan yang sama di tahun 2022, TPK Banten mengalami Penurunan. Tapi itu sebelum PPKM dicabut,” ungkapnya.

Tidak hanya itu kenaikan sektor pariwisata juga bisa dilihat dari rata-rata lama tamu menginap. Dijelaskan pada bulan Mei 2023 RLTM mencapai 1,75 hari atau bertambah sebesar 0,15 poin dibandingkan April 2023.

“Dan hal tersebut artinya ada keseimbangan dari penghunian kamar dan lama menginap yang sama-sama meningkat pada sektor pariwisata ini,” ungkapnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan
Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak
Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua
Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”
Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu
Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:44 WIB

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu

Berita Terbaru